
IDNWATCH – Sebanyak 109 personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polairud dikerahkan untuk mencari enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Osela yang hilang setelah kapal mereka tenggelam di perairan Pulau Gelasa, Bangka Belitung, Kamis (31/7) sore. Kapal berbobot 500 GT tersebut mengangkut batubara dan mengalami kebocoran sebelum akhirnya karam.
Kronologi Kejadian
-
KM Osela berangkat dari Toboali menuju Jakarta
-
Pukul 16.30 WIB: Kapal melaporkan kebocoran di lambung
-
Pukul 17.15 WIB: Kapal tenggelam di posisi 03°15′ LS, 107°20′ BT
-
11 ABK sempat naik sekoci, tapi 6 di antaranya hanyut terbawa gelombang
###Tim SAR Gabungan
| Institusi | Jumlah Personel | Alat yang Dikerahkan |
|---|---|---|
| Basarnas Babel | 45 orang | 2 kapal cepat, drone pencari |
| TNI AL | 32 orang | KRI Teluk Penyu-531 |
| Polairud | 22 orang | 2 kapal patroli |
| Masyarakat | 10 orang | 5 perahu nelayan |
###Kondisi Cuaca Hambat Pencarian
-
Gelombang setinggi 2-3 meter
-
Angin kencang 20-30 knot
-
Visibilitas rendah akibat hujan
“Kami prioritaskan pencarian di area seluas 100 mil laut dengan metode expanding square,” kata Kepala Basarnas Babel, Budi Santoso.
###Daftar ABK yang Masih Dicari
-
Joni Sutrisno (34) – Masinis
-
Ahmad Fauzi (28) – Juru Mudi
-
Slamet Riyadi (45) – Kondektur
-
Dedi Suprapto (31) – Pelaut
-
Rudi Hermawan (29) – Pelaut
-
Bambang Setyawan (38) – Juru Mesin
###Keluarga Korban Desak Pencarian Dipercepat
Siti Rahma (istri Ahmad Fauzi) di Pelabuhan Toboali:
“Suami saya telepon terakhir bilang kapal bocor. Saya mohon pemerintah kerahkan semua alat untuk mencari mereka.”
















