Dieng Culture Festival 2025 Resmi Dimulai, Penerbangan Lampion Meriahkan Malam Pembukaan

banner 468x60
dok. ANGGARA WIKAN PRASETYA/KOMPAS

IDNWATCH – Suasana magis menyelimuti Dataran Tinggi Dieng pada Jumat malam (22/8/2025) saat Dieng Culture Festival (DCF) 2025 secara resmi dibuka. Puncak acara pembukaan ditandai dengan penerbangan spektakuler ratusan lampion yang menerangi langit gelap Dieng, menciptakan pemandangan yang memukau bagi ribuan wisatawan yang hadir.

Ratusan Lampion Terbang Meriahkan Pembukaan

Acara penerbangan lampion (lantern release) menjadi atraksi utama yang dinanti. Secara serentak, ratusan lampion kertas tradisional diterbangkan oleh pengunjung dan panitia, membentuk titik-titik cahaya yang perlahan menghilang di angkasa. Ritual yang simbolis ini konon merupakan representasi doa dan harapan untuk kedamaian dan kesejahteraan.

banner 336x280

“Penerbangan lampion ini bukan sekadar atraksi wisata, tetapi merupakan simbol pengharapan masyarakat Dieng kepada Yang Maha Kuasa. Sebuah awal yang indah untuk seluruh rangkaian festival,” ujar Setyo, Ketua Panitia DCF 2025.

Rangkaian Acara Hingga Akhir Pekan

DCF 2025 yang mengusung tema “Memayu Hayuning Bawono” (Merawat Keindahan Dunia) akan berlangsung hingga akhir pekan dengan beragam agenda budaya:

  • Puncak Acara ‘Rambut Gimbal’: Pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng yang menjadi ikon festival.

  • Pertunjukan Budaya: Tari tradisional, musik gamelan, dan teatrikal khas Dieng.

  • Pameran Kuliner & Kerajinan: Menjajal kuliner lokal seperti carica dan kentang Dieng, serta produk kerajinan tangan.

  • Tur Wisata: Jelajahi sunrise di Punthuk Setumbu dan keindahan Telaga Warna.

Antisipasi Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi

Pemerintah setempat memperkirakan kunjungan wisatawan akan meningkat hingga 30% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tentu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal, mulai dari homestay, penginapan, hingga pedagang kuliner dan cenderamata.

Tips untuk Wisatawan

Bagi yang berencana berkunjung pada akhir pekan, panitia menyarankan:

  • Memesan akomodasi jauh-jauh hari mengingat tingkat okupansi yang tinggi.

  • Memakai pakaian hangat karena suhu Dieng pada malam hari dapat mencapai 10 derajat Celsius.

  • Menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *