
IDNWATCH – Ibu Kota kembali diterpa masalah pelik. Jakarta Pusat kini menghadapi krisis lahan pemakaman yang kian mendesak. Data terbaru dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta mengungkap fakta mencengangkan: tiga dari empat Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah administrasi Jakarta Pusat telah dinyatakan penuh dan tidak dapat menampung jenazah baru.
Fakta Mengejutkan: Hanya Sisa Satu TPU yang Masih Beroperasi
Keempat TPU yang dimaksud adalah TPU Tanah Kusir, TPU Kebon Nanas, TPU Jeruk Purut, dan TPU Tegal Alur. Dari keempatnya, hanya TPU Tegal Alur yang masih tersisa petak lahan kosongnya. Tiga TPU lainnya—Tanah Kusir, Kebon Nanas, dan Jeruk Purut—secara resmi telah berstatus penuh (overcapacity) dan ditutup untuk pemakaman baru.
“Saat ini di Jakarta Pusat, yang masih bisa digunakan hanya TPU Tegal Alur. Itu pun lahan yang tersisa tidak banyak,” jelas Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat, Ahmad Faisal, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (24/10/2025). Pernyataan ini mempertegas betapa sempitnya ruang tersisa untuk menguburkan warga ibu kota yang meninggal dunia.
Lahan Menyusut, Keluarga pun Kelimpungan
Kondisi ini langsung berdampak pada masyarakat. Banyak keluarga yang kebingungan dan harus berburu informasi ketika ada anggota keluarganya yang meninggal. Pilihan yang tersedia sangat terbatas, seringkali harus mengantre atau bahkan memilih TPU di luar wilayah Jakarta Pusat yang jaraknya jauh.
Krisis ini bukanlah isu baru, namun semakin kritis dari tahun ke tahun. Laju pertumbuhan penduduk dan angka kematian yang terus berjalan, tidak diimbangi dengan penambahan atau perluasan lahan pemakaman baru di tengah kota yang sudah sangat padat.
Solusi Darurat: Makam Vertikal dan Sosialisasi Kremasi
Menghadapi situasi darurat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menggenjot sejumlah solusi. Opsi yang paling banyak diwacanakan adalah pembangunan makam vertikal atau sistem pemakaman bertingkat untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas.
Selain itu, sosialisasi dan promosi kremasi sebagai alternatif pemakaman juga terus digalakkan. Meski belum sepenuhnya diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, cara ini dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling feasible mengatasi masalah kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan di Ibu Kota. Krisis ini menjadi pengingat nyata tentang konsekuensi dari pembangunan perkotaan yang tidak terencana secara komprehensif.
















