
IDNWATCH – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan kesiapan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengakomodasi kebutuhan anggaran dua badan baru yang dibentuk pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dua lembaga strategis tersebut adalah Badan Energi Nasional (BEN) dan Badan Inovasi dan Teknologi (BIT).
Komitmen Dukungan Fiskal untuk Program Strategis Nasional
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Sri Mulyani menegaskan bahwa pembentukan dua badan ini merupakan langkah strategis pemerintah baru. Kemenkeu pun telah menyiapkan pagu indikatif awal dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
“Kami mendukung penuh inisiatif pemerintah untuk membentuk badan yang fokus pada energi dan inovasi teknologi. Keduanya adalah sektor kunci untuk mendorong daya saing dan kemandirian bangsa. Kemenkeu telah menyiapkan kerangka anggarannya,” ujar Sri Mulyani, Senin (25/8/2025).
Rincian Alokasi dan Tugas Badan
Meski angka pastinya masih akan dibahas lebih detail, kedua badan ini diperkirakan membutuhkan anggaran yang signifikan untuk memulai operasional dan program-program utamanya.
-
Badan Energi Nasional (BEN)
-
Tugas: Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kebijakan dan pengelolaan energi nasional, dari hulu hingga hilir.
-
Fokus Awal: Percepatan transisi energi, pengelolaan migas, dan optimalisasi energi baru terbarukan (EBT).
-
Sumber Anggaran: Dialokasikan dari pos Kementerian ESDM dan lembaga terkait lainnya yang akan diintegrasikan.
-
-
Badan Inovasi dan Teknologi (BIT)
-
Tugas: Mendukung pengembangan ekosistem riset, inovasi, dan teknologi dalam negeri, termasuk komersialisasi hasil penelitian.
-
Fokus Awal: Penguatan industri semiconductor, pengembangan Artificial Intelligence (AI), dan dukungan untuk startup teknologi.
-
Sumber Anggaran: Bersumber dari alokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Investasi/BKPM.
-
Mekanisme Penganggaran dan Integrasi
Sri Mulyani menjelaskan bahwa anggaran untuk kedua badan tersebut tidak seluruhnya bersumber dari pembentukan pos baru. Sebagian besar akan diintegrasikan dari alokasi kementerian/lembaga yang memiliki tugas dan fungsi serupa, untuk menghindari duplikasi dan menciptakan efisiensi.
Tantangan dan Harapan Ke Depan
Pembentukan badan baru ini diharapkan dapat memutus ego sektoral antar kementerian yang selama ini sering menjadi hambatan dalam pencapaian target nasional, khususnya di sektor energi dan teknologi. Namun, pengamat anggaran Ahmad Heri Firdaus mengingatkan pentingnya governance yang kuat.
“Dukungan anggaran harus dibarengi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Harus jelas indikator kinerjanya agar anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan hasil yang maksimal,” tegas Heri.
















