
IDNWATCH –
Sebuah surat pribadi yang ditulis langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kini menjadi sorotan nasional. Surat tersebut dikirimkan kepada lima menteri kabinet yang disebut-sebut bakal menjadi korban reshuffle besar-besaran. Di antara nama-nama besar yang disebut dalam surat itu adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sosok yang sejak era Jokowi dianggap sebagai juru selamat perekonomian Indonesia.
Sebuah surat pribadi yang ditulis langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kini menjadi sorotan nasional. Surat tersebut dikirimkan kepada lima menteri kabinet yang disebut-sebut bakal menjadi korban reshuffle besar-besaran. Di antara nama-nama besar yang disebut dalam surat itu adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sosok yang sejak era Jokowi dianggap sebagai juru selamat perekonomian Indonesia.
Surat itu, yang isinya kini beredar luas di kalangan pejabat tinggi Istana, ditulis dengan nada penuh empati namun tegas. Prabowo menyampaikan bahwa keputusan reshuffle bukanlah bentuk kekecewaan pribadi, melainkan langkah strategis demi menjaga momentum pembangunan nasional.
Selain Sri Mulyani, empat menteri lainnya yang juga menerima surat serupa adalah:
-
Menteri PUPR Dody Hanggodo
-
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
-
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
-
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Masing-masing surat berisi penilaian kinerja, ucapan terima kasih, serta harapan agar mereka tetap menjadi bagian dari bangsa, meski tak lagi duduk di kursi kabinet.
Sumber internal Istana yang enggan disebutkan namannya menyebut, surat tersebut dikirimkan pada Sabtu malam (13/9/2025), hanya dua hari sebelum pengumuman reshuffle resmi dijadwalkan.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Sekretariat Negara, bocoran surat ini telah memicu perdebatan di media sosial. Banyak warga yang memuji gestur Prabowo sebagai bentuk kepemimpinan beradab, namun tak sedikit pula yang menilai langkah ini sebagai bentuk tekanan halus agar para menteri tak protes saat nanti diganti.
Sri Mulyani, yang diketahui sedang berada dalam pertemuan di Washington D.C., belum memberikan tanggapan resmi. Namun, staf ahli keuangannya menyebut bahwa sang menteri telah membaca surat itu dan akan merespons secara pribadi setelah kembali ke tanah air pada Rabu (17/9/2025).















