
IDNWATCH – Pemerintah melalui Kementerian Agama telah secara resmi menerbitkan teks bacaan doa yang akan dilafalkan dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2025. Teks ini menjadi pedoman bagi seluruh penyelenggara upacara, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk meneguhkan makna peringatan secara spiritual.
Doa untuk Bangsa dan Para Pahlawan
Bacaan doa resmi yang dirilis Kompas.com ini berisi permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia. Doa tersebut secara khusus menyebut permohonan agar Pancasila tetap lestari sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan pemersatu bangsa dalam keragaman.
Selain itu, doa juga memuat permintaan agar para pahlawan revolusi dan pejuang bangsa yang telah gugur mendapa tempat yang mulia di sisi-Nya. “Ya Tuhan, anugerahkanlah tempat yang mulia di sisi-Mu bagi arwah para pahlawan revolusi dan pejuang bangsa yang telah gugur membela Pancasila,” demikian penggalan salah satu bagian doa yang dirilis, Senin (29/9/2025).
Peneguhan Komitmen terhadap Nilai Luhur
Doa dalam upacara ini tidak hanya sekadar rangkaian kata, tetapi juga merupakan bentuk peneguhan komitmen seluruh bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Melalui doa bersama, diharapkan dapat terpancar tekad untuk senantiasa mengamalkan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
Pedoman Penyampaian di Seluruh Tingkat Upacara
Teks doa ini dirancang untuk dibacakan oleh pembaca doa (protokol) setelah mengheningkan cipta, dan sebelum penutup upacara. Penggunaan teks yang seragam di semua tingkat upacara, dari Istana Negara hingga sekolah-sekolah dan kantor instansi di daerah, diharapkan dapat menyelaraskan spirit dan makna peringatan Hari Kesaktian Pancasila di seluruh penjuru Tanah Air.
Dengan diterbitkannya teks doa resmi ini, seluruh komponen bangsa dapat mempersiapkan upacara peringatan dengan lebih khidmat, merefleksikan kesaktian Pancasila tidak hanya sebagai konsep historis, tetapi juga sebagai landasan spiritual berbangsa dan bernegara.
















