
IDNWATCH – Gemuruh suara demonstran di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI adalah pemandangan klasik. Namun, sebuah pertanyaan kritis sering mengemuka: apakah teriakan dan orasi dari ribuan orang itu benar-benar terdengar jelas oleh para wakil rakyat yang sedang berada di dalam gedung? Seorang alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan analisis fisika sederhana untuk menjawab rasa penasaran publik ini.
Menghitung Kekuatan Suara Demo vs. Dinding Gedung DPR
Analisis dimulai dengan mengukur kekuatan suara (sound power) sebuah demonstasi. Dalam kondisi padat, sebuah unjuk rasa besar diperkirakan menghasilkan tingkat kebisingan sekitar 90-100 desibel (dB). Angka ini setara dengan suara mesin pemotong rumput atau konser rock yang keras.
Berdasarkan data arsitektural, Gedung DPR RI diketahui menggunakan kaca berinsulasi (insulated glass) atau kaca laminasi pada fasadnya. Material jenis ini, meski dirancang untuk menahan panas, juga memiliki properti insulasi suara. Kemampuan material tersebut untuk meredam suara, atau yang dikenal sebagai Sound Transmission Class (STC), diperkirakan berada pada kisaran 35-40. Nilai STC menunjukkan seberapa banyak suara yang bisa diredam oleh sebuah partisi bangunan.
Pukul 15.00 WIB: Saat Suara Mulai Menerobos ke Dalam
Perhitungan fisika yang dilakukan menunjukkan hasil yang menarik. Dengan asumsi suara demo di luar mencapai 100 dB dan kaca gedung memiliki STC 40, maka suara yang berhasil menerobos ke dalam akan berkurang menjadi 60 dB (100 dB – 40 STC = 60 dB).
“Tingkat kebisingan 60 desibel ini setara dengan suara percakapan normal di dalam restoran atau kantor yang ramai,” jelas analis yang merupakan alumni Teknik Fisika ITB tersebut, seperti dikutip Kompas.com. Artinya, pada puncak keramaian, suara demo tidak sampai masuk dengan sangat keras dan mengganggu, tetapi masih bisa terdengar sebagai suara latar yang cukup jelas, terutama di area yang dekat dengan jendela.
Faktor Penentu: Jarak, Angin, dan Waktu
Analisis ini juga mempertimbangkan sejumlah faktor lain. Jarak antara pusat keramaian demo dengan gedung tentu saja berpengaruh, di mana suara akan melemah seiring bertambahnya jarak. Arah angin juga menjadi variabel penting; angin yang mengarah ke gedung akan “membawa” suara lebih baik.
Waktu juga faktor krusial. “Analisis kami menunjukkan suara akan paling jelas terdengar sekitar pukul 15.00 WIB, ketika aktivitas di dalam gedung mungkin mulai redup, sementara demo masih berlangsung,” tambah sang alumni. Kombinasi faktor-faktor inilah yang menentukan sejauh mana suara unjuk rasa itu akhirnya “disidang” oleh para anggota dewan di dalam gedung.
Simpulan: Terdengar, Namun Tidak Penuh
Kesimpulan dari hitungan fisika ini adalah suara demo benar-benar bisa sampai ke dalam Gedung DPR RI, terutama pada saat-saat paling ramai. Namun, intensitasnya telah jauh berkurang dan berubah menjadi suara latar yang mungkin tidak terlalu mengganggu percakapan, tetapi cukup untuk mengingatkan akan adanya aktivitas unjuk rasa di luar. Temuan ini memberikan perspektif ilmiah yang objektif atas salah satu pertanyaan publik yang paling sering diajukan.
















