
IDNWATCH – Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Transportasi setempat secara resmi menghentikan operasional dua aplikasi transportasi online, Maxim dan inDrive, mulai 20 Mei 2025. Keputusan ini menuai pro kontra di kalangan pengguna dan pengemudi.
1. Alasan Utama Pelarangan
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menyatakan tiga alasan utama pelarangan:
-
Tidak memenuhi regulasi ketenagakerjaan: Kedua aplikasi dianggap merugikan pengemudi dengan sistem komisi yang tidak adil
-
Masalah keamanan: Minimnya verifikasi pengemudi dan penumpang
-
Tidak memiliki izin operasi resmi: Kedua platform gagal memenuhi persyaratan Land Public Transport Agency (APAD)
2. Dampak Langsung bagi Pengguna dan Pengemudi
Berdasarkan data industri:
✔ 15.000 pengemudi terimbas langsung
✔ 1,2 juta pengguna aktif harus migrasi ke platform lain
✔ Harga tarif transportasi online diperkirakan naik 15-20%
3. Respons dari Perusahaan Terkait
Perwakilan Maxim Malaysia menyatakan:
“Kami sedang berupaya memenuhi semua persyaratan regulasi dan berharap dapat beroperasi kembali secepatnya”
Sementara inDrive melalui pernyataan resminya:
“Kami menghormati keputusan pemerintah dan akan bekerja sama penuh untuk menyelesaikan masalah ini”
4. Aplikasi yang Masih Legal Beroperasi
Pemerintah Malaysia menegaskan hanya empat platform yang memenuhi regulasi:
-
Grab
-
AirAsia Ride
-
EzCab
-
MULA
5. Protes dari Asosiasi Pengemudi
Ketua Asosiasi Pengemudi e-Hailing Malaysia, Pak Sohib, menyatakan kekecewaan:
“Keputusan ini akan menghilangkan ribuan lapangan kerja. Pemerintah seharusnya memberikan waktu transisi”
6. Langkah Selanjutnya
-
Masa tenggang 7 hari untuk penyelesaian transaksi
-
Pengemudi disarankan beralih ke platform resmi
-
Pemerintah janjikan insentif bagi pengemudi yang bermigrasi
Fakta Penting:
✔ Maxim dan inDrive menguasai 18% pasar transportasi online Malaysia
✔ Kedua aplikasi sudah dilarang di beberapa negara Asia Tenggara
✔ Kasus kejahatan via aplikasi ini meningkat 25% di Q1 2025
Analisis Pakar Transportasi:
Dr. Ahmad Zaki dari Universiti Malaya memprediksi:
“Pasar akan didominasi Grab dengan potensi monopoli. Pemerintah perlu awasi harga agar tidak merugikan konsumen”
Pemakai jasa transportasi online di Malaysia kini harus beradaptasi dengan perubahan regulasi ini.
















