
IDNWATCH – Indonesia Financial Group (IFG) merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 sekaligus mencatat progres signifikan program 3 juta rumah yang telah mencapai 1,95 juta unit terhitung hingga Mei 2025. Berikut rangkuman perkembangan terkini dua isu strategis tersebut.
1. Proyeksi Ekonomi IFG untuk 2025
✔ Pertumbuhan ekonomi: 5,2% (yoy)
✔ Inflasi: 3,1% (dalam target BI)
✔ Nilai tukar: Rp15.200-Rp15.800/US$
✔ Faktor pendorong: Konsumsi domestik & investasi infrastruktur
2. Capaian Program 3 Juta Rumah
(Per Mei 2025)
| Kategori | Target | Realisasi | Progres |
|---|---|---|---|
| Rumah Subsidi | 2,4 juta | 1,56 juta | 65% |
| Non-Subsidi | 600.000 | 390.000 | 65% |
| Total | 3 juta | 1,95 juta | 65% |
3. Strategi Percepatan Pembangunan
• Penyederhanaan perizinan melalui sistem online
• Kemitraan dengan developer lokal
• Skema KPR bersubsidi bunga 5%
4. Provinsi dengan Realisasi Terbaik
-
Jawa Barat: 320.000 unit
-
Jawa Timur: 285.000 unit
-
Sumatera Utara: 180.000 unit
5. Tantangan yang Dihadapi
⚠ Kenaikan harga material bangunan
⚠ Keterbatasan lahan di perkotaan
⚠ Day beli masyarakat yang masih tertekan
6. Pernyataan Pejabat Terkait
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono:
“Kami optimistis capai target 3 juta rumah di akhir 2025 dengan intervensi khusus di kuartal III”
Direktur Utama IFG Reynaldi Hermansjah:
“Pertumbuhan ekonomi 5,2% realistis dengan dukungan sektor properti yang pulih”
7. Dampak pada Perekonomian
• Penyerapan tenaga kerja: 1,2 juta pekerja
• Multiplier effect: 2,3% pertumbuhan sektor konstruksi
• Stimulus UMKM: 45% material dari produsen lokal
Fakta Kunci:
🏠 Biaya rumah subsidi mulai Rp150 juta/unit
📈 Sektor properti tumbuh 4,8% di Q1 2025
💼 27 developer besar terlibat dalam program
Analisis Ekonom:
“Program perumahan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan global,” ujar Dr. Aviliani, ekonom INDEF.
Pemerintah akan evaluasi progres triwulanan untuk memastikan target tercapai.
















