
IDNWATCH – Warga Balikpapan, Kalimantan Timur, dibuat resah dengan kelangkaan bahan bakar jenis Pertamax dalam beberapa hari terakhir. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan menyebabkan kemacetan di beberapa titik jalan utama kota.
1. Kondisi SPBU yang Padat Antrean
Sejak Senin (19/5/2025), puluhan kendaraan terpaksa mengantre hingga keluar dari area SPBU:
✔ Antrean mencapai 500 meter di SPBU Jalan Sudirman
✔ Waktu tunggu 2-3 jam untuk mendapatkan BBM
✔ 3 SPBU tutup sementara karena kehabisan stok
2. Penyebab Kelangkaan
Manajer Komunikasi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arie Rahmadi, menjelaskan:
-
Gangguan distribusi dari Depot Pengisian Balikpapan
-
Peningkatan permintaan 40% dibanding pekan sebelumnya
-
Keterlambatan kapal tanker akibat cuaca buruk
3. Dampak pada Aktivitas Warga
Kelangkaan ini memicu berbagai masalah:
🚗 Ojol kesulitan operasional
🚕 Tarif taksi konvensional naik 20-30%
🚚 Distribusi barang terhambat
4. Upaya Pertamina Atasi Masalah
Pertamina mengklaim sedang melakukan:
• Distribusi darurat via jalur darat dari Samarinda
• Penjadwalan ulang pengisian SPBU
• Prioritas untuk kendaraan esensial
5. Respons Pemkot Balikpapan
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau:
“Masyarakat tetap tenang, tidak perlu panik buying. Kami sedang koordinasi dengan Pertamina untuk percepat distribusi”
6. Prediksi Kondisi ke Depan
Pertamina memperkirakan:
-
Stok akan normal dalam 2-3 hari ke depan
-
Pemantauan ketat di SPBU-SPBU rawan antrean
-
Sosialisasi melalui media sosial resmi
Fakta Penting:
✔ Balikpapan konsumsi 1,2 juta liter Pertamax/hari
✔ 45 SPBU di kota ini terdampak kelangkaan
✔ Harga Pertamax tetap Rp 12.500/liter (sesuai patokan)
Pengalaman Pengendara:
“Sudah tiga hari ini harus antre dari pagi. Banyak rekan ojol terpaksa istirahat karena tidak dapat BBM,” keluh Andi, pengemudi ojek online.
Pertamina meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan menjamin stok akan pulih secepatnya.













