
IDNWATCH – Asosiasi Perusahaan Beras Indonesia (Perpadi) menyatakan bahwa langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam mengelola stok beras nasional turut berkontribusi menurunkan harga komoditas ini di pasar dunia. Pernyataan ini menanggapi data terbaru Food and Agriculture Organization (FAO) yang mencatat penurunan harga beras global sebesar 4,2% pada April 2025.
1. Stok Nasional Stabil, Ekspor Bertahap Dilanjutkan
Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah untuk melanjutkan ekspor beras secara bertahap sejak Maret 2025 memberi dampak signifikan. “Kebijakan ini menunjukkan kepada pasar global bahwa pasokan beras dari Indonesia stabil, sehingga menurunkan spekulasi harga,” ujarnya kepada Kompas.com.
2. Produksi Dalam Negeri Meningkat Signifikan
Berdasarkan data Kementerian Pertanian:
-
Produksi beras periode Januari-April 2025 mencapai 12,4 juta ton (naik 8% YoY)
-
Stok Bulog per Mei 2025 berada di level 2,1 juta ton
-
Harga eceran di tingkat petani relatif stabil di kisaran Rp9.800-Rp10.300/kg
3. Efek Domino ke Pasar Internasional
Kebijakan Indonesia ini disebut menciptakan efek domino:
-
Harga beras Vietnam 5% broken turun ke level **580/ton∗∗(daripuncak620/ton)
-
Harga beras Thailand 100% B turun 3,8% dalam sebulan
-
Indeks Harga Beras FAO April 2025 di angka 121,5 poin (terendah sejak November 2024)
4. Respons Pemerintah dan Analis Pasar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan:
“Kami terus memantau perkembangan harga. Kebijakan ekspor akan selalu menyesuaikan dengan stok nasional dan kebutuhan dalam negeri.”
Sementara itu, ekonom pangan Universitas IPB, Prima Gandhi, memberikan catatan:
“Penurunan ini bersifat sementara. Faktor iklim di negara produsen lain masih menjadi variabel krusial.”
5. Proyeksi ke Depan
Perpadi memprediksi:
-
Harga akan stabil sepanjang Juni-Juli 2025
-
Produksi dalam negeri diperkirakan surplus 3,2 juta ton di akhir tahun
-
Ekspor diperkirakan mencapai 500.000 ton di 2025
Fakta Penting:
✔ Indonesia merupakan produsen beras terbesar ke-3 dunia
✔ Konsumsi beras nasional ± 30 juta ton/tahun
✔ Ekspor beras utama ke Filipina, Malaysia, dan Afrika Timur
Peringatan dari Perpadi:
“Meski tren positif, kami tetap mengingatkan semua pihak untuk waspada terhadap potensi gangguan pasokan akibat fenomena La Nina yang diprediksi terjadi di kuartal III 2025,” pungkas Sutarto.
















