
IDNWATCH – Dalam sebuah pergeseran besar peta pariwisata global, Vietnam secara resmi melampaui Thailand sebagai destinasi wisata paling favorit bagi traveler asal China pada tahun 2025. Prestasi ini mencerminkan kesuksesan strategi pemasaran dan kebijakan visa yang agresif dari pemerintah Vietnam, sementara menjadi tamparan keras bagi industri pariwisata Thailand yang lama menjadi raja di kelasnya.
Data Resmi: Vietnam di Puncak, Thailand Tersalip
Berdasarkan data kedatangan turis internasional yang dirilis oleh otoritas pariwisata kedua negara serta organisasi travel regional, jumlah kunjungan wisatawan China ke Vietnam telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dan konsisten sepanjang tahun ini. Sementara itu, angka kedatangan ke Thailand justru menunjukkan tren yang relatif stagnan bahkan cenderung menurun untuk segmen pasar yang sama. Ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade Thailand kehilangan mahkotanya.
Kunci Kesuksesan Vietnam: Visa Mudah dan Pengalaman ‘Baru’
Analis industri mengungkapkan beberapa faktor kunci di balik kesuksesan Vietnam. Yang paling utama adalah kebijakan visa yang sangat ringkas dan mudah. Vietnam telah memberlakukan pembebasan visa (visa-free entry) untuk periode tertentu bagi pelancong dari banyak negara, termasuk China, yang membuat prosesnya menjadi sangat menarik dan tidak berbelit.
Selain itu, Vietnam dinilai berhasil menawarkan pengalaman wisata yang ‘baru’ dan ‘otentik’ bagi turis China yang mungkin sudah berkali-kali mengunjungi Thailand. Kombinasi antara warisan budaya yang kaya, pemandangan alam yang masih asri (seperti Ha Long Bay dan terraced fields di Sapa), serta kota-kota yang dinamis seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City, menjadi daya pikat utama.
Tantangan bagi Thailand: Image yang ‘Terlalu Biasa’ dan Masalah Keamanan
Di sisi lain, Thailand dianggap mulai kehilangan daya tariknya. Bagi banyak turis China, terutama yang sudah sering berkunjung, Thailand sudah terasa “terlalu biasa” atau “terlalu turis”. Isu-isu terkait keamanan yang sempat mencuat juga disebut-sebut mempengaruhi persepsi dan kepercayaan diri para calon traveler. Thailand dinilai perlu melakukan inovasi dan rebranding untuk kembali menarik minat pasar terbesarnya ini.
Implikasi Ekonomi: Perang Receh yang Sengit
Pergeseran ini memiliki implikasi ekonomi yang sangat besar. Pasar turis China dikenal sebagai pasar dengan spending power yang tinggi dan volume yang masif. Kehilangan bahkan sebagian kecil dari pangsa pasar ini berarti kehilangan pendapatan yang signifikan bagi bisnis hotel, restoran, tour guide, dan retail di Thailand. Sebaliknya, Vietnam sedang menikmati boom ekonomi dari gelombang kedatangan turis terbesar mereka.
Perubahan ranking ini menandai babak baru persaingan sengit di industri pariwisata Asia Tenggara, di mana kebijakan yang pro-wisatawan dan penawaran pengalaman yang unik menjadi senjata utamanya.
















