

IDNWATCH – Pemandangan pilu masih menyelimuti kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Desa Balonggabus, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Pasca-insiden runtuhnya bagian pondok pesantren, operasi pencarian dan pertolongan korban yang tertimbun terus digenjot. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, hingga hari ini, sebanyak 38 orang masih dinyatakan hilang dan diperkirakan terperangkap di bawah tumpukan puing.
Tim Gabungan Berjibaku, Setiap Detik Sangat Berharga
Upaya penyelamatan melibatkan tim gabungan yang tak kenal lelah. Personel dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bahu-membahu menyisir reruntuhan. Cuaca dan kondisi puing yang tidak stabil menjadi tantangan terberat dalam operasi ini. Setiap detik sangat berharga untuk menemukan korban dalam kondisi selamat.

“Tim masih terus melakukan pencarian terhadap 38 korban yang tertimbun. Kita semua berharap mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dwi Kurnianingsih, dalam konferensi persnya, Senin (30/9/2025), seperti dikutip Kompas.com.
Kronologi Tragedi dan Kondisi Korban yang Ditemukan
Insiden runtuhnya gedung pesantren ini terjadi beberapa hari yang lalu. Hingga laporan ini diturunkan, selain 38 orang yang masih dicari, sejumlah korban lain telah berhasil dievakuasi dengan berbagai kondisi. Beberapa di antaranya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Sayangnya, tidak semua korban berhasil diselamatkan dengan selamat.
Duka Mendalam dan Solidaritas Masyarakat Sidoarjo
Tragedi ini telah menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat Sidoarjo. Lokasi kejadian dipadati oleh keluarga yang menunggu dengan cemas, sementara gelombang solidaritas dari masyarakat sekitar terus mengalir dalam bentuk bantuan logistik dan tenaga. Suara tangis dan doa menggantikan hiruk-pikuk aktivitas belajar yang biasanya mengisi kompleks pesantren.
Pencarian terhadap 38 korban yang masih tertimbun terus dilakukan tanpa henti. Seluruh bangsa Indonesia turut berdoa dan berharap agar mereka dapat ditemukan secepatnya, dan memberikan kekuatan bagi keluarga yang sedang berduka.















