
IDNWATCH – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (21/8/2025). Kedatangan putra sulung Presiden Joko Widodo ini langsung disambut antusias oleh para pengungsi yang memanfaatkan momentum untuk menyampaikan keluhan dan meminta perhatian lebih terhadap kondisi mereka.
Kunjungan Langsung ke Titik Terdampak
Gibran menyambangi beberapa titik pengungsian yang didirikan pasca gempa bermagnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah tersebut beberapa hari lalu. Ia meninjau langsung kondisi tenda-tenda pengungsian, dapur umum, serta berbincang dengan para pengungsi untuk mendengar keluh kesah dan kebutuhan mendesak mereka.
“Saya datang ke sini ingin memastikan langsung kondisi bapak dan ibu sekalian. Pemerintah pusat sangat memperhatikan dan akan terus mengirimkan bantuan. Yang terpenting semuanya sehat dan semangat,” ujar Gibran di hadapan para pengungsi.
Dikerumuni Warga yang Ingin Didengar
Sesuai dengan ekspektasi, kedatangan pejabat tinggi pusat langsung menarik perhatian besar. Gibran pun langsung dikerumuni oleh puluhan warga yang ingin menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
“Pak Menteri, tolong perhatikan kami. Tenda kami bocor kalau hujan, persediaan air bersih masih kurang, dan kami khawatir tentang masa depan anak-anak kami yang pendidikannya terganggu,” ucap Sari (38), salah seorang pengungsi, yang berusaha menyampaikan pesannya kepada Gibran.
Janji Bantuan dan Perhatian Pemerintah
Menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan, Gibran berjanji akan menampung dan meneruskan semua aspirasi tersebut kepada kementerian/lembaga terkait, khususnya BNPB dan Kementerian Sosial, untuk ditindaklanjuti secara cepat.
“Saya catat semua keluhan dan kebutuhan bapak/ibu. Untuk masalah teknis di pengungsian seperti tenda dan logistik, akan kami koordinasikan dengan BNPB agar segera ditangani. Untuk trauma healing dan aktivitas anak-anak, Kemenpora siap turun tangan,” janjinya.
Momentum Solidaritas dan Evaluasi Penanganan Bencana
Kunjungan Gibran ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas pemerintah pusat, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap efektivitas penanganan bencana di tingkat lapangan. Banyaknya pengaduan yang disampaikan langsung oleh warga menunjukkan masih adanya celah dalam distribusi bantuan dan koordinasi di tingkat lokal.
Aksi Nyata Pasca Kunjungan
Publik kini menunggu tindak lanjut konkret dari janji-janji yang disampaikan. Tekanan untuk menunjukkan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar pencitraan tetapi benar-benar membawa perubahan bagi korban menjadi tantangan tersendiri bagi Gibran dan jajarannya.
















