
IDNWATCH – Sebuah situs bersejarah yang bisu menyaksikan dahsyatnya Perang Dunia II di Surabaya kini dalam kondisi memprihatinkan. Bunker peninggalan tentara Jepang di kawasan Tegalsari, yang tercatat sebagai cagar budaya, dilaporkan mengalami kerusakan yang signifikan, memicu keprihatinan para pegiat pelestarian sejarah.
Saksi Bisu Perang yang Kini Terlupakan
Bunker Tegalsari bukan sekadar gundukan beton tua. Struktur bawah tanah ini merupakan saksi bisu dari sebuah era peperangan yang pernah mewarnai dunia, termasuk Indonesia. Dibangun pada masa pendudukan Jepang, bunker ini memiliki nilai historis yang tinggi sebagai bagian dari jaringan pertahanan yang dibangun oleh tentara Jepang di Surabaya.
“Bunker ini adalah bukti fisik (physical evidence) bahwa Perang Dunia II benar-benar terjadi dan meninggalkan jejaknya di Surabaya. Ini adalah bagian dari memori kolektif kota yang tidak ternilai harganya,” ujar seorang pegiat sejarah Kota Surabaya, seperti dilaporkan Kompas.com, Selasa (2/9/2025).
Kondisi Memprihatinkan, Dinding Retak dan Tertimbun Sampah
Laporan dari lapangan menggambarkan kondisi bunker yang sangat memilukan. Struktur betonnya menunjukkan retakan-retakan yang dalam, sementara bagian dalamnya tidak terurus dan seringkali menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan. Proses alamiah seperti tumbuhnya akar tanaman liar juga turut mempercepat kerusakan pada dinding dan atap bunker.
Kerusakan ini tidak hanya mengancam keutuhan struktur fisik bangunan, tetapi juga menghapus secara perlahan detail-detail arkeologis yang mungkin masih tersisa di dalamnya. Kondisi ini dinilai sangat ironis mengingat statusnya yang seharusnya dilindungi sebagai cagar budaya.
Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan dan Pemeliharaan
Kondisi memprihatinkan bunker ini menyoroti masalah klasik dalam pelestarian cagar budaya di Indonesia: lemahnya pengawasan dan pemeliharaan berkelanjutan. Para aktivis menyatakan bahwa penetapan status cagar budaya tidaklah cukup jika tidak diiringi dengan komitmen nyata untuk merawat dan mengamankannya dari kerusakan maupun vandalisme.
“Ini adalah peringatan keras bagi kita semua. Banyak situs bersejarah yang hanya dijadikan objek penetapan, tetapi kemudian dibiarkan terlantar. Butuh tindakan nyata dan anggaran yang memadai untuk perawatan,” tambah pegiat sejarah tersebut.
Ancaman Hilangnya Jejak Sejarah untuk Selamanya
Jika tidak segera ditangani secara serius, dikhawatirkan bunker bersejarah ini akan rusak semakin parah dan pada akhirnya kehilangan nilai sejarahnya, atau bahkan hilang sama sekali tertimbun pembangunan modern. Kerusakan yang terjadi pada Bunker Tegalsari bukan hanya kerugian bagi masyarakat Surabaya, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan, karena turut memutus mata rantai sejarah perjalanan bangsa.
Kerusakan pada Bunker Tegalsari menjadi alarm darurat bagi semua pihak untuk kembali memperhatikan dan mengambil langkah konkret dalam melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah yang menjadi identitas dan jati diri bangsa.
















