
IDNWATCH – Menyongsong era pertanian 4.0, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengambil langkah progresif dengan mendorong pemanfaatan teknologi drone di kalangan petani, khususnya petani milenial. Bupati Karanganyar, H. Juliyatmono, secara langsung menggaet dan memotivasi generasi muda untuk mengadopsi inovasi ini guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor agraris.
Drone untuk Penyemprotan dan Pemupukan, Efisiensi Tinggi dan Biaya Turun
Fokus utama dari program ini adalah penggunaan drone untuk aktivitas yang membutuhkan tenaga dan waktu besar, seperti penyemprotan pestisida dan pemupukan. Dibandingkan dengan metode konvensional, drone mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, merata, dan menghemat penggunaan bahan. “Dengan drone, satu hektar sawah bisa disemprot dalam hitungan menit, tidak perlu sehari penuh. Biaya tenaga kerja juga bisa ditekan secara signifikan,” jelas Bupati Juliyatmono dalam kunjungannya ke salah satu kelompok tani milenial, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (25/9/2025).
Pemantauan Lahan Lebih Akurat, Deteksi Dini Hama dan Penyakit
Selain untuk aplikasi pupuk dan pestisida, drone juga dimanfaatkan untuk aerial monitoring. Dengan kamera resolusi tinggi, drone dapat memetakan kesehatan tanaman, mendeteksi serangan hama atau kekurangan unsur hara sejak dini. Data yang diperoleh membantu petani mengambil tindakan yang tepat sasaran, sehingga kerugian dapat diminimalisir.
Gaet Petani Milenial, Ubah Image Pertanian yang Tradisional
Langkah Bupati Juliyatmono ini juga bertujuan untuk mengubah paradigma bahwa bertani adalah pekerjaan kolot dan penuh kotor. Dengan memperkenalkan teknologi canggih seperti drone, diharapkan lebih banyak generasi muda tertarik untuk terjun dan membangun karir di bidang pertanian. “Kami ingin menunjukkan bahwa bertani sekarang bisa keren, bisa menggunakan teknologi, dan menjanjikan secara ekonomi,” tambahnya.
Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan untuk Petani
Tidak hanya sebatas imbauan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen memberikan pendampingan dan pelatihan operasional drone bagi para petani milenial. Kolaborasi dengan penyedia jasa teknologi dan akademisi juga digalakkan untuk memastikan pemanfaatan drone berjalan optimal dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendongkrak ketahanan pangan daerah dan mensejahterakan petani di Karanganyar. Revolusi pertanian digital pun resmi dimulai dari bumi Sukowati ini.






















