
IDNWATCH – Perseteruan sengit antara dua miliarder teknologi, Elon Musk (CEO Tesla & SpaceX) dan Bill Gates (Pendiri Microsoft), kembali memanas. Kali ini, keduanya saling serang lewat platform X (Twitter) dan wawancara media mengenai isu Artificial Intelligence (AI) dan transisi energi hijau.
Pemicu Debat: Gates Ragukan Kemampuan AI Tesla
Perselisihan dimulai ketika Gates menyatakan skeptis terhadap klaim Tesla Bot dalam wawancara dengan Bloomberg:
“AI humanoid seperti yang dikembangkan Tesla masih jauh dari sempurna. Fokus berlebihan pada robotika malah mengalihkan sumber daya dari solusi perubahan iklim yang lebih mendesak.”
Musk langsung merespons lewat tweet:
“Bill Gates tidak paham inovasi. Dia lebih suka duduk dan berdiskusi daripada membangun sesuatu yang nyata.”
Isu Energi Hijau Jadi Medan Pertempuran Baru
Musk juga menuding Gates hipokrit karena tetap berinvestasi di perusahaan bahan bakar fosil, sambil mengkampanyekan energi bersih.
“Dia bilang peduli lingkungan, tapi portofolionya penuh saham minyak. Tesla justru sudah buktikan mobil listrik bisa massal,” tambah Musk.
Gates membalas lewat blog pribadinya:
“Transisi energi butuh pendekatan realistis. Tidak semua solusi bisa datang dari satu perusahaan.”
Analis: Persaingan Pribadi atau Perang Ideologi?
Pakar teknologi Dr. Rachel Tan dari MIT menganalisis:
“Ini bukan sekadar ego. Musk dan Gates mewakili dua aliran pemikiran teknologi: disruptif vs evolusioner. Perdebatan mereka memengaruhi arah industri.”
Dampak ke Pasar Saham
-
Saham Tesla turun 1,5% setelah komentar Gates.
-
Saham Microsoft tetap stabil, tapi investor khawatirkan ketegangan berkelanjutan.


















