
IDNWATCH – Prestasi gemilang kembali ditorehkan Indonesia di kancah global. Kali ini, Indonesia tidak hanya menjadi anggota baru BRICS, tetapi juga dijadikan sebagai rujukan dan contoh terdepan oleh negara-negara anggota kelompok tersebut dalam hal merawat dan memelihara kerukunan hidup antarumat beragama. Pengakuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai panutan dalam praktik moderasi beragama.
Model Keberhasilan yang Dipelajari Negara-Negara BRICS
Dalam berbagai forum dialog dan pertemuan tingkat teknis BRICS, praktik dan kebijakan Indonesia dalam mengelola keragaman agama sering diangkat sebagai studi kasus yang sukses. Negara-negara dengan populasi majemuk seperti India, Brasil, dan Afrika Selatan tertarik untuk mempelajari bagaimana Indonesia mampu menciptakan relatif stabilitas dan harmoni sosial di tengah kompleksitasnya.
“Indonesia menunjukkan bahwa keragaman bukanlah ancaman, tetapi kekuatan. Pendekatan yang melibatkan semua pemangku kepentingan, dari pemerintah hingga ormas keagamaan, menjadi kunci yang sangat diapresiasi,” jelas seorang diplomat senior yang terlibat dalam pertemuan BRICS, seperti dilaporkan Cahaya Kompas, Senin (23/9/2025).
Kunci Sukses: Peran Aktif Ormas Keagamaan dan Pendekatan Kolektif
Keberhasilan Indonesia tidak lepas dari peran serta aktif organisasi massa (ormas) keagamaan besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan lainnya. Ormas-ormas ini menjadi pilar utama dalam menyebarkan narasi moderasi, toleransi, dan perdamaian hingga ke akar rumput. Selain itu, pendekatan kolektif melalui forum-forum seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang diisi oleh perwakilan semua agama juga dinilai sangat efektif dalam meredam potensi konflik.
Pancasila sebagai Landasan Ideologis yang Kokoh
Negara-negara BRICS juga melihat bahwa Indonesia memiliki fondasi ideologis yang kuat, yaitu Pancasila, khususnya sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Pancasila berhasil menjadi platform bersama yang memayungi semua perbedaan keyakinan tanpa memihak satu agama tertentu, sehingga menciptakan rasa keadilan dan persatuan.
Diplomasi Soft Power Indonesia yang Kian Menguat
Pengakuan sebagai rujukan kerukunan umat ini merupakan aset soft power (kekuatan lunak) diplomasi Indonesia yang sangat berharga. Ini memperkuat posisi tawar Indonesia di dalam kelompok BRICS dan forum internasional lainnya. Indonesia tidak hanya datang sebagai mitra ekonomi, tetapi juga sebagai pemimpin moral yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian global. Pencapaian ini membuktikan bahwa investasi bangsa dalam membangun toleransi dan moderasi telah membuahkan hasil yang diakui dunia.




















