
IDNWATCH – Pemerintah Australia tengah berupaya mengonfirmasi laporan bahwa Rusia telah mengajukan permintaan resmi untuk menempatkan pesawat militernya di Pangkalan Angkatan Udara Manuhua, Biak Numfor, Papua. Laporan ini pertama kali diungkap oleh situs militer AS, ‘Janes’, yang menyebutkan bahwa Rusia ingin menempatkan pesawat jarak jauhnya di wilayah tersebut.
Reaksi Pemerintah Australia
Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, menyatakan kepada ABC bahwa ia telah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin. Menurut Marles, Sjafrie menegaskan bahwa laporan mengenai prospek pesawat Rusia yang beroperasi dari Indonesia “sama sekali tidak benar.”
Namun, ABC melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Indonesia belum menerima permintaan resmi dari Rusia untuk mengakses pangkalan tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa permintaan tersebut diajukan pada tingkat yang lebih rendah.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, juga menyatakan bahwa pemerintah Australia sedang mencari informasi lebih lanjut dari pihak Indonesia mengenai laporan tersebut. Ia menambahkan bahwa Rusia adalah “kekuatan disruptif” dan Presiden Putin ingin memainkan peran tersebut.
Posisi Indonesia
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan atau Kementerian Luar Negeri Indonesia mengenai isu ini. Namun, laporan dari Reuters menyebutkan bahwa Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, telah meminta klarifikasi dari Indonesia terkait laporan tersebut. Albanese menekankan bahwa Australia tidak ingin melihat peningkatan pengaruh Rusia di kawasan tersebut dan menyoroti hubungan diplomatik yang kuat dengan Jakarta.
Pertemuan Tingkat Tinggi
Menambah spekulasi, Wakil Perdana Menteri Rusia, Denis Manturov, dilaporkan telah bertemu dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, di Jakarta pada Selasa (15/4/2025). Pertemuan ini semakin memicu kekhawatiran di Australia mengenai kemungkinan peningkatan kehadiran militer Rusia di kawasan Asia-Pasifik.
Implikasi Geopolitik
Pangkalan Angkatan Udara Manuhua di Biak Numfor terletak sekitar 1.200 km dari Darwin, Australia, yang merupakan lokasi strategis bagi penempatan pasukan AS dan Australia. Kehadiran pesawat militer Rusia di wilayah tersebut dapat mengubah dinamika keamanan di kawasan dan meningkatkan ketegangan geopolitik antara negara-negara di Asia-Pasifik.
Situasi ini mencerminkan kompleksitas hubungan internasional di kawasan dan pentingnya komunikasi diplomatik yang transparan antara negara-negara terkait untuk menjaga stabilitas regional.
















