
IDNWATCH – Rencana keberangkatan mantan anggota DPR RI Wanda Hamidah bersama puluhan relawan lainnya menuju Jalur Gaza untuk misi kemanusiaan kembali menemui kendala tak terduga. Kali ini, kapal yang seharusnya membawa mereka harus tertunda di Pelabuhan setelah kapten dan sejumlah awak kapal memilih kabur, meninggalkan tim relawan dalam kebingungan.
Kronologi Kaburnya Kapten Kapal Sebelum Keberangkatan
Insiden ini terjadi hanya beberapa jam sebelum jadwal keberangkatan. Kapal yang sudah dipersiapkan dan diperiksa kesiapannya tiba-tiba ditinggalkan oleh nahkoda dan beberapa anak buah kapal (ABK). “Kami sudah siap, tiba-tiba dapat kabar kaptennya tidak ada. Hilang, kabur. Ini sangat mengecewakan,” ujar Wanda Hamidah dengan nada kesal, seperti dikutip Kompas.com, Minggu (28/9/2025). Kejadian ini merupakan penundaan kedua yang dialami oleh tim relawan dalam kurun waktu dekat.
Dampak Langsung pada Persiapan Misi Kemanusiaan
Kaburnya kapten kapal secara tiba-tiba ini langsung memengaruhi keseluruhan logistik misi. Kapal tidak dapat beroperasi tanpa nahkoda yang memiliki kewenangan dan pengetahuan teknis untuk mengemudikan kapal menuju tujuan. Bantuan kemanusiaan yang sudah terkumpul, termasuk obat-obatan dan kebutuhan dasar, terpaksa kembali ditimbun di pelabuhan. Puluhan relawan yang sudah mempersiapkan mental dan fisik juga harus menunggu dengan waktu yang belum bisa dipastikan.
Penyelidikan dan Upaya Mencari Pengganti Dilakukan
Tim penyelenggara misi kini sedang bekerja sama dengan pihak berwajib dan otoritas pelabuhan untuk menyelidiki alasan kaburnya kapten kapal tersebut. Spekulasi awal menyebutkan adanya kemungkinan tekanan atau ancaman yang diterima oleh kapten, meski hal ini masih perlu dibuktikan. Secara paralel, pencarian kapten kapal pengganti yang bersedia dan mampu memimpin pelayaran berisiko tinggi ke Gaza juga segera dilakukan.
Komitmen Tetap Kuat Meski Berulang Kali Dihalangi
Meski menghadapi rintangan beruntun, Wanda Hamidah dan seluruh tim relawan menyatakan komitmen mereka tidak goyah. “Ini ujian. Semua relawan masih semangat. Kita cari solusi, yang penting bantuan untuk saudara-saudara kita di Gaza harus sampai,” tegas Wanda. Pernyataan ini mempertegas tekad mereka untuk terus melanjutkan misi kemanusiaan ini, apapun rintangannya.
Dengan insiden ini, perhatian publik kini tertuju pada upaya penyelenggara untuk segera mengatasi krisis logistik dan memastikan kapal kemanusiaan ini dapat segera melaut, membawa harapan dan bantuan bagi warga Gaza yang membutuhkan.
















