
IDNWATCH – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi menghapus tes baca, tulis, dan hitung (calistung) sebagai syarat penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
1. Alasan Penghapusan Tes Calistung
Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan tiga tujuan utama:
✔ Menghilangkan beban psikologis anak usia dini
✔ Mencegah praktik les calistung yang marak di TK/PAUD
✔ Sesuai tahap perkembangan anak berdasarkan neurosains
2. Syarat Baru Masuk SD di SPMB 2025
Berikut kriteria utama yang berlaku:
📌 Usia minimal 7 tahun (atau 6 tahun per 1 Juli 2025)
📌 Surat keterangan lulus TK/PAUD
📌 Observasi kesiapan belajar oleh psikolog sekolah
3. Dampak Positif bagi Anak
Psikolog anak Seto Mulyadi (Kak Seto) menyambut baik:
“Anak usia dini seharusnya belajar melalui bermain, bukan dipaksa menguasai calistung sebelum waktunya”
4. Persiapan Sekolah Menyambut Kebijakan Baru
Sekolah wajib menyediakan:
• Program transisi selama 3 bulan pertama
• Guru pendamping khusus untuk siswa yang belum terekspos calistung
• Pembelajaran berbasis permainan di kelas awal
5. Tanggapan dari Orang Tua
Survei Kompas (n=1.200 orang tua):
✅ 68% setuju penghapusan tes calistung
❌ 22% khawatir anak akan tertinggal
🔘 10% tidak memiliki pendapat
6. Perbandingan Sistem Lama vs Baru
| Aspek | Sistem Lama | SPMB 2025 |
|---|---|---|
| Syarat Utama | Tes calistung | Usia & kesiapan psikologis |
| Fokus | Kemampuan akademik | Perkembangan holistik |
| Dampak Les | Maraknya bimbel calistung | Tidak diperlukan |
7. Imbauan untuk Orang Tua
Pakar pendidikan Itje Chodidjah menekankan:
“Orang tua bisa stimulasi anak dengan:
• Membacakan buku cerita
• Bermain permainan berhitung sederhana
• Melatih motorik halus melalui kegiatan seni”
Fakta Penting:
✔ 45% orang tua pernah stres mempersiapkan tes calistung anak
✔ Finlandia (negara dengan pendidikan terbaik) baru mulai calistung usia 7 tahun
✔ Kurikulum Merdeka sudah disesuaikan dengan kebijakan baru
Langkah Selanjutnya:
-
Sosialisasi ke sekolah/Dinas Pendidikan daerah
-
Penyusunan modul observasi kesiapan belajar
-
Monitoring implementasi di lapangan
Kebijakan ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak Indonesia.
















