
IDNWATCH – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Himpunan Industri Pakaian dan Produk Tekstil Indonesia (HIPPI) resmi berkolaborasi membangun ekosistem industri fesyen dan kriya yang lebih kuat. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang fokus pada peningkatan kualitas, desain, dan akses pasar.
1. Latar Belakang Kolaborasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan:
✔ Nilai ekspor fesyen & kriya Indonesia 2024: US$15,8 miliar
✔ Target 2025: US$18 miliar (+14% YoY)
✔ Tantangan utama: Kualitas bahan, desain, dan pemasaran digital
2. 5 Pilar Utama Kerja Sama
-
Pengembangan SDM: Pelatihan desainer & pengrajin
-
Inovasi Material: Penggunaan bahan lokal berkelanjutan
-
Digitalisasi: Platform e-commerce khusus fesyen premium
-
Akses Pembiayaan: KUR khusus dengan bunga 5%
-
Ekspansi Pasar: Paviliun Indonesia di 5 fashion week global
3. Dukungan Nyata untuk Pelaku Usaha
✔ Pusat Desain Terpadu di 5 kota (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar)
✔ Showroom permanen di Bandara Soekarno-Hatta
✔ Katalog digital terhubung dengan 150 buyer internasional
4. Anggaran & Skala Proyek
• Total investasi: Rp 1,2 triliun (APBN + swasta)
• Pelaku usaha terdampak: 5.000 UMKM fesyen & kriya
• Target tenaga kerja tersertifikasi: 25.000 orang
5. Respons dari HIPPI
Ketua Umum HIPPI, Jemmy Kartiwa:
“Kolaborasi ini jadi game changer. Kami siap bawa produk Indonesia ke level premium global”
6. Contoh Produk Unggulan
👜 Tenun NTT dengan sertifikasi eco-friendly
👗 Batik kontemporer kolaborasi desainer muda
👟 Sepatu kulit berbahan daur ulang
7. Target Jangka Pendek
📌 Q3 2025: Peluncuran 10 brand kolektif Indonesia
📌 Q4 2025: Partisipasi di Paris Fashion Week
📌 2026: Naikkan konten lokal jadi 75%
Fakta Kunci:
✔ Industri tekstil serap 3,8 juta tenaga kerja
✔ Ekspor fesyen tumbuh 8% CAGR sejak 2020
✔ 82% pengrajin belum tersentuh pasar global
Pernyataan Pakar Mode:
“Ini momentum tepat bangun identitas fesyen Indonesia yang kuat,” ujar Didiet Maulana, desainer ternama.
Program mulai efektif Juli 2025 dengan pilot project di 10 sentra industri.
















