
IDNWATCH – Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana menyatakan memahami reaksi emosional keluarga Prada Lucky Alfa Nugraha, prajurit TNI yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pangdam Udayana Mayjen TNI Iwan Setiawan menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.
1. Pernyataan Resmi Kodam Udayana
✔ “Kami turut berduka”: Pangdam akui kesedihan keluarga
✔ Proses hukum dipercepat: Tim khusus dibentuk
✔ Janji transparansi: Keluarga akan dapat update berkala
2. Reaksi Emosional Keluarga
Ayah Prada Lucky, Supriyadi (52):
• Sempat marah saat identifikasi jenazah
• Minta keadilan untuk anaknya
• Pertanyakan pengawasan di kesatuan
3. Langkah Kongkrit Kodam
• 5 tersangka sudah ditahan di rutan militer
• Visum ulang oleh tim forensik independen
• Bantuan psikologis untuk keluarga
4. Kronologi Kasus yang Diungkap
⏳ 17 Mei: Prada Lucky dikabarkan hilang
⏳ 19 Mei: Ditemukan tak bernyawa di asrama
⏳ 21 Mei: Keluarga buat laporan polisi
5. Temuan Awal Investigasi
• Luka lebam di sekujur tubuh
• Waktu kematian: 36 jam sebelum ditemukan
• Indikasi kekerasan sistematis
6. Dukungan untuk Keluarga
✔ Santunan sebesar Rp 150 juta
✔ Pendampingan hukum dari TNI
✔ Jaminan pendidikan untuk adik korban
7. Pernyataan Pejabat Tinggi TNI
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak:
“Kasus ini jadi perhatian utama. Tidak ada toleransi untuk kekerasan dalam TNI”
Fakta Penting:
📌 Prada Lucky baru 8 bulan bertugas
⚖️ Sanksi maksimal bagi pelaku: hukuman mati (Pasal 340 KUHPM)
🕯️ Upacara penghormatan terakhir digelar 23 Mei
Statistik Terkait:
• 3 kasus serupa dalam 5 tahun terakhir
• 100% pelaku dihukum berat pada kasus sebelumnya
Janji Pangdam:
“Kami akan evaluasi sistem bimbingan prajurit baru. Ini pelajaran berharga bagi kami semua,” tegas Mayjen Iwan.
Keluarga menyatakan akan terus pantau proses hukum hingga tuntas.

















