
IDNWATCH – Ledakan keras mengguncang Kompleks Gudang Amunisi TNI AD di Garut, Jawa Barat, pagi tadi, menewaskan setidaknya 3 orang dan melukai belasan lainnya. Mayjen TNI Chandra Wibowo, Kadispenad, mengungkapkan fakta mengejutkan: ledakan berasal dari amunisi kuno era 1970-an yang tersimpan di lubang bawah tanah.
“Amunisi Era Presiden Soeharto yang Seharusnya Sudah Dimusnahkan”
Dalam konferensi pers darurat, Kadispenad menjelaskan:
“Amunisi ini merupakan sisa era operasi militer tahun 1970-an. Seharusnya sudah dimusnahkan sesuai protokol, tapi ternyata masih tersimpan dalam lubang khusus di kedalaman 4 meter,” papar Chandra.
Faktor Pemicu Ledakan:
-
Degradasi Material – Amunisi berusia 50+ tahun mengalami korosi dan ketidakstabilan kimia.
-
Kelembaban Tinggi – Musim hujan meningkatkan kadar air tanah, memicu reaksi kimia dalam amunisi.
-
Tidak Terdeteksi – “Lubang ini tidak tercatat dalam dokumen terbaru karena letaknya terisolasi,” tambahnya.
Evakuasi Massal & Operasi Pencarian
-
Radius 5 km dari lokasi dikosongkan, melibatkan 500 personel gabungan (TNI, Polri, BPBD).
-
3 Korban Tewas teridentifikasi, termasuk Kolonel Antonius (Kepala Gudang Amunisi).
-
Ledakan Susulan masih mungkin terjadi, tim EOD (Explosive Ordnance Disposal) dikerahkan.
Respons Cepat TNI & Pertanyaan Publik
-
Audit Nasional – Panglima TNI perintahkan inspeksi mendadak di semua gudang amunasi.
-
Duka Nasional – Presiden menyatakan belasungkawa dan janjikan santunan penuh.
-
Misteri Lubang Rahasia – “Kenapa amunisi tua masih ada di sana? Ini yang sedang kami selidiki,” tegas Chandra.
Analisis Pakar: “Ini Kecelakaan yang Sebenarnya Bisa Dicegah”
Letjen (Purn) Agus Widjojo, ahli strategi militer, menyoroti:
“Gudang amunisi wajib diperiksa rutin setiap 6 bulan. Adanya amunisi ‘zaman baheula’ yang terabaikan menunjukkan kelalaian sistemik.”
















