

IDNWATCH – Para peneliti mengungkapkan temuan terbaru yang berpotensi menjadi titik terang dalam perawatan glioblastoma, salah satu jenis kanker otak paling agresif dan mematikan. Studi terkini menunjukkan bahwa penerapan diet khusus, yakni diet ketogenik yang dikombinasikan dengan pembatasan kalori, dapat menciptakan lingkungan metabolik yang “tidak nyaman” bagi sel kanker untuk berkembang, sehingga meningkatkan efektivitas pengobatan standar.
Metode Diet: Kelaparan Sel Kanker dengan ‘Pola Makan Pintar’
Diet yang diteliti bukanlah diet biasa. Ini adalah intervensi nutrisi yang sangat ketat dan terawasi. Pola makan tersebut menerapkan prinsip diet ketogenik (tinggi lemak, cukup protein, sangat rendah karbohidrat) yang dikombinasikan dengan pembatasan kalori. Kombinasi ini memaksa tubuh untuk beralih dari menggunakan glukosa (gula) sebagai bahan bakar utama menjadi menggunakan keton (hasil pemecahan lemak).

“Sel kanker, termasuk glioblastoma, sangat bergantung pada glukosa untuk tumbuh dengan cepat dan agresif. Dengan drastis mengurangi pasokan bahan bakarnya melalui diet, kami secara efektif ‘membuatnya kelaparan’ sementara sel-sel sehat yang dapat beradaptasi dengan keton tetap bertahan,” jelas salah seorang peneliti dalam studi tersebut, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (16/9/2025).
Hasil Studi: Memperlambat Pertumbuhan Tumor dan Perpanjang Harapan Hidup
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka ini menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pada model preklinis, kelompok yang menerapkan protokol diet khusus ini menunjukkan pertumbuhan tumor yang secara signifikan lebih lambat dibandingkan dengan kelompok yang menjalani diet normal. Yang lebih penting, terapi kombinasi antara pengobatan standar (seperti radiasi dan kemoterapi) dengan diet ini dikaitkan dengan peningkatan harapan hidup.
Aplikasi pada Manusia: Harapan Baru bagi Pasien
Meskipun penelitian lebih lanjut dan uji klinis skala besar masih sangat diperlukan, temuan awal ini memberikan harapan baru sebagai terapi pendamping (adjuvant therapy) yang potensial bagi pasien glioblastoma. Pendekatan ini menawarkan strategi yang relatif non-invasif untuk meningkatkan hasil pengobatan.
“Ini bukan pengganti pengobatan konvensional, tetapi bisa menjadi senjata tambahan yang powerful dalam arsenal kita melawan kanker yang sangat sulit diobati ini. Kami sangat optimis dengan potensinya,” tambah peneliti lainnya.
Peringatan Penting: Harus di Bawah Pengawasan Medis Ketat
Para ahli secara tegas memperingatkan bahwa diet jenis ini tidak boleh dilakukan secara mandiri oleh pasien atau keluarga. Implementasinya harus dilakukan di bawah pengawasan ketat dari tim medis, dokter, dan ahli gizi onkologi untuk memastikan kebutuhan nutrisi pasien tetap terpenuhi dan tidak terjadi malnutrisi yang justru dapat melemahkan kondisi pasien. Studi ini membuka jalan bagi pendekatan pengobatan kanker yang lebih holistik, memadukan ilmu medis dan nutrisi.



















