
IDNWATCH – Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Bali mencatat dua insiden kapal tenggelam di perairan Bali dalam sepekan terakhir, menewaskan 3 orang dan mengakibatkan hilangnya 5 lainnya. Kejadian ini memicu sorotan terhadap lemahnya penerapan protokol keselamatan pelayaran rakyat.
Detail Dua Insiden Terkini
-
KM Sinar Jaya (10 Agustus)
-
Lokasi: Perairan Selat Badung
-
Korban: 2 tewas, 3 hilang
-
Penyebab: Muatan berlebih + gelombang 4 meter
-
-
KM Luhur II (15 Agustus)
-
Lokasi: 12 mil laut dari Pantai Sanur
-
Korban: 1 tewas, 2 hilang
-
Penyebab: Kebocoran lambung + tidak ada pelampung
-
Faktor Penyebab Dominan
-
Alam:
-
Gelombang tinggi (2.5-4 m) akibat angin muson
-
Arus kuat di Selat Bali
-
-
Human Error:
-
90% kapal tidak ada izin pelayaran
-
70% tidak bawa life jacket
-
Overloading hingga 200%
-
Upaya Basarnas Bali
-
Operasi SAR gabungan dengan TNI AL
-
Pemetaan titik rawan kecelakaan
-
Sosialisasi keselamatan ke nelayan
“Kami temukan banyak kapal tidak memenuhi standar. Ini darurat keselamatan laut,” tegas Kepala KPP Basarnas Bali, I Made Wijaya.
Data Kecelakaan Maritim Bali 2025
| Bulan | Jumlah Kejadian | Korban Jiwa |
|---|---|---|
| Jan-Jul | 8 | 12 |
| Agustus (1-2 minggu) | 2 | 8 |
Daftar Pelanggaran yang Sering Ditemui
-
Tidak ada surat izin (85% kasus)
-
Tidak ada alat komunikasi darurat (73%)
-
Muatan melebihi kapasitas (68%)
Imbauan untuk Nelayan
-
Cek prakiraan BMKG sebelum melaut
-
Wajibkan life jacket untuk semua penumpang
-
Batasi muatan maksimal 75% kapasitas

















