

IDNWATCH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait pergeseran musim di Indonesia. Sejumlah wilayah diprakirakan akan memasuki awal Musim Hujan tahun 2025/2026 lebih cepat dari biasanya, sebuah sinyal yang perlu diwaspadai masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Pergeseran Musim: Wilayah Ini Diprediksi Lebih Awal Basah
Berdasarkan analisis BMKG, terdapat pola pergeseran musim yang signifikan. Beberapa wilayah diprediksi akan mengalami awal musim hujan pada Oktober 2025, yang lebih maju dari normalnya. Daerah-daerah yang dimaksud tersebar di beberapa pulau, menandakan bahwa fenomena ini tidak hanya bersifat lokal.

“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, kami memprakirakan periode peralihan musim (musim hujan) akan terjadi lebih awal di sejumlah wilayah,” jelas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (30/9/2025).
Daftar Wilayah yang Masuk Musim Hujan pada Oktober 2025
BMKG merincikan sejumlah wilayah yang diperkirakan memasuki musim hujan lebih cepat, antara lain:
-
Sebagian besar Jawa Barat (wilayah selatan dan tengah)
-
Sebagian Jawa Tengah dan Yogyakarta
-
Sebagian Bali
-
Sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB)
-
Sebagian Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara
Penyebab Dipicu oleh Anomali Suhu Muka Laut
Pergeseran awal musim hujan ini tidak terlepas dari fenomena global dan regional. Salah satu pemicu utamanya adalah anomali suhu muka laut di perairan Indonesia yang lebih hangat daripada kondisi normal. Suhu laut yang hangat ini meningkatkan penguapan, yang pada akhirnya menyediakan lebih banyak uap air untuk pembentukan awan hujan di atas wilayah Indonesia.
###BMKG Imbau Masyarakat dan Pemda Waspadai Bencana
Menghadapi prediksi ini, BMKG mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Awal musim hujan yang lebih cepat berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi berbukit atau dekat aliran sungai.
Masyarakat diharapkan dapat membersihkan saluran air dan menghindari membuang sampah sembarangan. Sementara itu, Pemerintah Daerah diimbau untuk segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, termasuk memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik. Dengan persiapan yang matang, dampak negatif dari datangnya musim hujan yang lebih awal ini dapat diminimalisir.
















