

IDNWATCH – Puluhan siswa di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi korban keracunan makanan usai mengonsumsi burger yang diduga kuat mengandung daging beku dan saus yang telah kedaluwarsa. Kejadian yang memicu kepanikan di lingkungan sekolah tersebut menimpa 27 siswa dan terjadi pada Senin (29/9/2025) lalu.
Korban Muntah-Muntah dan Sakit Perut Usai Menyantap Jajanan
Insiden keracunan massal ini mulai terungkap ketika sejumlah siswa di salah satu sekolah dasar di Palangka Raya mengalami gejala kesehatan yang seragam. Para korban dilaporkan menderita mual, muntah-muntah, dan sakit perut hebat tak lama setelah menyantap burger yang dibeli dari seorang pedagang di sekitar lingkungan sekolah.

“Anak-anak mulai mengeluh sakit perut dan ada yang muntah-muntah setelah makan burger itu. Kami langsung membawa mereka untuk mendapat pertolongan,” ujar seorang sumber di lokasi kejadian, seperti dilaporkan Kompas.com, Selasa (30/9/2025). Ke-27 siswa tersebut kemudian dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Penyelidikan Dinkes: Saus Kedaluwarsa dan Daging Beku Diduga Kuat Jadi Penyebab
Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Hasil pemeriksaan pendahuluan di TKP menemukan fakta yang mencengangkan. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat burger tersebut diduga kuat tidak layak konsumsi.
“Dari pemeriksaan sementara, kami menemukan saus tomat dan saus sambal yang digunakan sudah lewat masa kedaluwarsa. Selain itu, daging yang dipakai juga merupakan daging beku yang kualitasnya dipertanyakan,” jelas seorang perwakilan Dinkes Kota Palangka Raya. Dugaan sementara, bakteri patogen yang berkembang biak pada bahan-bahan kadaluarsa inilah yang memicu wabah keracunan makanan pada puluhan siswa tersebut.
Pedagang Diamankan, Peringatan Keras untuk Orang Tua dan Sekolah
Menyikapi kejadian ini, pihak berwenang telah mengamankan pedagang yang diduga bertanggung jawab untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Insiden ini juga menjadi peringatan keras bagi orang tua dan pihak sekolah untuk lebih cermat dan selektif dalam mengawasi jajanan yang dikonsumsi anak-anak.
Kejadian keracunan massal ini kembali menyoroti betapa rentannya keamanan pangan jajanan yang dijual di sekitar sekolah. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan pengawasan dan pembinaan yang lebih ketat kepada para pedagang untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.














