
IDNWATCH – (12/05/2025, Bandung) Dunia militer Indonesia berduka. Kolonel Inf Antonius (52), Kepala Gudang Pusat Amunisi TNI AD, menjadi salah satu korban tewas dalam ledakan dahsyat di Garut pagi ini. Sang perwira tinggi diketahui sedang memimpin inspeksi rutin saat musibah terjadi.
30 Tahun Mengabdi, Gugur di Tempat Tugas
Antonius merupakan salah satu perwira paling berpengalaman di kesatuan logistik TNI AD. Karir militernya yang gemilang tercatat:
-
Lulusan terbaik Akmil 1995
-
Spesialis logistik tempur
-
Pernah bertugas di misi perdamaian PBB
-
Memimpin gudang amunisi sejak 2020
Letkol Agus Prasetyo, rekan satu satuan, berkisah:
“Beliau tipe komandan yang selalu datang paling pagi dan pulang paling akhir. Hari ini beliau sedang memeriksa stok amunisi untuk latihan bulan depan ketika ledakan terjadi.”
Proses Evakuasi Penuh Keharuan
Tim SAR gabungan TNI-Polri membutuhkan waktu 3 jam untuk mengevakuasi jenazah Antonius dari reruntuhan. Prosesi evakuasi berlangsung khidmat dengan:
-
Pengawalan pasukan khusus
-
Tembakan kehormatan 3 kali
-
Bendera Merah Putih dibalutkan pada peti
Keluarga: “Dia Mati sebagai Prajurit Sejati”
Istrinya, Ny. Maria Antonius, menyatakan:
“Suamiku sering bilang, ‘Kalau bukan aku yang menjaga amunisi ini, siapa lagi?’. Dia gugur sebagai pahlawan di tempat yang paling dia cintai.”
Jenazah akan dimakamkan besok di TMP Kalibata dengan upacara militer penuh. Presiden direncanakan hadir secara langsung.
Warisan Sang Komandan
Antonius meninggalkan:
-
Istri dan 2 anak
-
Buku pedoman logistik militer yang menjadi acuan TNI
-
Program “Gudang Amunisi 4.0” yang belum sempat terlaksana
Panglima TNI menyatakan akan meneruskan program terakhir Antonius sebagai bentuk penghormatan.





















