
IDNWATCH – Sebuah laporan intelijen dari koalisi negara-negara Barat berhasil mengungkap keberadaan pangkalan rudal rahasia milik Korea Utara (Korut) yang berlokasi sangat strategis, yakni di daerah perbatasan dengan China. Pangkalan ini diduga kuat digunakan untuk menyimpan dan meluncurkan rudal balistik jarak jauh yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat dan sekutunya.
Lokasi Strategis dan Kapabilitas Rudal
Pangkalan yang masih aktif tersebut terletak di wilayah pegunungan terpencil di Provinsi Ryanggang, Korut, berdekatan dengan perbatasan China. Lokasi ini dipilih jelas untuk menyulitkan pendeteksian dan serangan balasan.
*”Pangkalan ini memiliki karakteristik yang sangat canggih. Terowongan bawah tanahnya dalam dan panjang, dirancang untuk menampung rudal balistik antarbenua (ICBM) seperti Hwasong-17 atau Hwasong-18 yang diketahui mampu mencapai daratan AS,”* ujar seorang pejabat intelijen Korea Selatan yang tidak ingin disebutkan namanya.
Maksud Terselubung di Balik Lokasi Dekat China
Pemilihan lokasi yang sangat dekat dengan perbatasan China dinilai para analis sebagai sebuah strategi yang calculated (terhitung). Beberapa kemungkinan alasannya:
-
Perisai Deterrence: Korut mungkin berasumsi bahwa musuh (AS/Korsel) akan berpikir dua kali untuk menyerang pangkalan yang begitu dekat dengan wilayah China, sebuah kekuatan nuklir lainnya, untuk menghindari konflik yang lebih luas.
-
Akses Logistik: Memudahkan penyelundupan material atau teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan rudal melalui perbatasan yang porosnya.
-
Faktor Geografis: Medan pegunungan di daerah perbatasan menyediakan perlindungan alami yang sangat baik.
Respons China dan Komunitas Internasional
Hingga saat ini, pemerintah China belum memberikan pernyataan resmi mengenai temuan ini. Beijing biasanya selalu menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan.
Temuan ini dipastikan akan memicu kecaman keras dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang. Mereka akan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat dan mempertimbangkan sanksi tambahan yang lebih keras terhadap rezim Kim Jong-un.
Eskalasi Ketegangan di Semenanjung Korea
Pengungkapan pangkalan rudal rahasia ini semakin mengukuhkan bahwa Korea Utara terus melanjutkan program pengembangan rudal dan nuklirnya secara diam-diam, meski mendapat larangan dan sanksi internasional. Hal ini diprediksi akan semakin meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan memicu perlombaan senjata yang lebih sengit.
“Ini adalah pengingat yang menakutkan bahwa ancaman dari Korut nyata dan terus berkembang. Dunia tidak boleh berpuas diri,” tutur Dr. Lee Sang-hyun, Presiden Sejong Institute.





















