
IDNWATCH – Gelora diplomasi Indonesia di panggung global terus bergulir. Usai menyampaikan pidato berani di Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo Subianto terlibat dalam sebuah inisiatif diplomatis yang signifikan. Bersama sejumlah perwakilan negara-negara Arab, Prabowo secara aktif mendorong dan meminta mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memimpin upaya penyelesaian konflik dan perang yang masih terjadi di kawasan Timur Tengah.
Pertemuan Tertutup dan Ajakan Strategis kepada Trump
Inisiatif ini muncul dalam serangkaian pertemuan tertutup di sela-sela Sidang Umum PBB. Presiden Prabowo, yang dikenal memiliki hubungan komunikasi dengan berbagai pihak, memanfaatkan momentum untuk menjembatani kepentingan. Ajakan kepada Donald Trump ini bukan tanpa alasan. Mantan Presiden AS tersebut dianggap memiliki pengaruh dan kredensial tertentu di kawasan Timur Tengah, yang tercermin dari beberapa kebijakan luar negerinya selama menjabat.
“Kami memandang bahwa figur seperti Donald Trump masih memiliki kapasitas dan pengaruh yang dapat dimanfaatkan untuk membawa pihak-pihak yang bertikai ke meja perundingan,” ujar seorang diplomat yang familiar dengan pembicaraan tersebut, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (24/9/2025).
Sinergi dengan Negara Arab: Mencari Solusi di Luar Jalur Konvensional
Kolaborasi dengan negara-negara Arab dalam inisiatif ini menunjukkan pendekatan diplomasi Indonesia yang pragmatis dan inklusif. Alih-alih hanya berpegang pada jalur diplomatik formal, Prabowo mencari terobosan dengan melibatkan aktor-aktor kunci yang dianggap mampu membuka jalan buntu. Langkah ini mendapat sambutan positif dari beberapa negara Arab yang juga memiliki kepentingan untuk menciptakan stabilitas di kawasan mereka.
Mendorong Trump untuk Peran Mediasi yang Lebih Aktif
Inti dari desakan ini adalah agar Donald Trump bersedia mengambil peran yang lebih aktif dan konkret sebagai mediator. Harapannya, dengan pengaruhnya, Trump dapat mendorong dialog inklusif antara semua pihak yang terlibat konflik, menuju gencatan senjata yang berkelanjutan dan solusi politik yang berkeadilan. Ini merupakan langkah yang berani, mengingat polarisasi politik seputar figur Trump.
Respons Awal dan Prospek Perdamaian
Laporan menyebutkan bahwa inisiatif ini telah disampaikan kepada pihak Donald Trump. Meski belum ada pernyataan resmi, langkah diplomasi ofensif yang dipelopori Prabowo ini telah mencuri perhatian banyak pengamat internasional. Inisiatif ini dinilai sebagai upaya segar dan di luar kebiasaan untuk mendobrak kebuntuan proses perdamaian di Timur Tengah, menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai penyuara kebenaran tetapi juga sebagai penggerak aksi nyata. Prabowo sekali lagi menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia tidak takut untuk mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan.
















