
IDNWATCH – Sebuah video yang memperlihatkan temuan ulat berwarna hijau pada sayur kangkung di dalam nasi kotak Menu Beragam Bergizi Seimbang (MBG) MAN 3 Makassar viral dan memicu keresahan. Menanggapi hal ini, Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) MAN 3 Makassar angkat bicara dengan penuh sikap terbuka.
Video Viral Pemicu Kontroversi: Ulat Ditemukan dalam Sajian Sekolah
Video yang beredar luas di media sosial tersebut dengan jelas menunjukkan seekor ulat yang masih aktif bergerak di antara helai daun kangkung yang telah dimasak. Nasi kotak itu merupakan bagian dari program MBG yang disediakan bagi siswa. Temuan ini langsung memantik perdebatan publik mengenai standar kebersihan dan keamanan pangan di institusi pendidikan.
Tanggapan Resmi SPPG: “Itu Bukti Sayurnya Segar dan Organik”
Menghadapi gelombang kritik, perwakilan SPPG MAN 3 Makassar memberikan penjelasan yang mengejutkan. Mereka justru meminta agar masyarakat memahami realita dalam proses pengolahan bahan makanan alami. “Kami tidak menampik adanya temuan tersebut. Tapi, beginilah realitanya. Namanya sayur, apalagi yang segar, pasti ada kemungkinan ulatnya. Itu justru membuktikan bahwa sayur yang kami olah adalah sayur segar, bukan sayur yang sudah terkena pestisida berlebihan,” ujar perwakilan SPPG, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (2/10/2025).
Komitmen Kebersihan Tetap Jadi Prioritas Utama
Di luar pernyataannya tersebut, SPPG menegaskan bahwa komitmen untuk menyajikan makanan bersih dan sehat bagi siswa tetap menjadi prioritas mutlak. Mereka menyadari bahwa kejadian ini menjadi peringatan keras dan bahan evaluasi mendalam bagi tim dapur. Proses pencucian dan pemeriksaan bahan baku sayuran sebelum dimasak akan ditingkatkan kualitasnya secara ketat untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Mencari Titik Tengah: Antara Wajar dan Kewaspadaan
Penjelasan SPPG ini pun menuai beragam reaksi. Di satu sisi, ada yang memahami bahwa menemui ulat pada sayuran hijau adalah hal yang secara alamiah bisa terjadi. Namun di sisi lain, banyak pihak menekankan bahwa dalam konteks penyajian makanan untuk publik, khususnya di lingkungan sekolah, standar kebersihan yang tinggi dan bebas dari kontaminasi apapun adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar. Insiden ini menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya kewaspadaan di setiap mata rantai pengolahan makanan.





















