
IDNWATCH – Sorotan hukum kembali menyasar koleksi tas mewah milik artis Sandra Dewi, yang diduga terkait dengan kasus dugaan pencucian uang (TPPU) yang menjerat suaminya, Harvey Moeis. Namun, hingga berita ini diturunkan, otoritas penegak hukum masih menghadapi kendala dalam membuktikan keterkaitan harta mewah tersebut dengan aliran dana haram.
KPK Buka Suara: Proses Penyidikan Masih Berjalan
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tedi Bharata, memberikan penjelasan terkait status penyidikan aset-aset mewah yang ramai diperbincangkan publik. Dalam konferensi persnya, Tedi menegaskan bahwa lembaganya masih melakukan pendalaman dan penelusuran untuk mengonfirmasi asal-usul dana pembelian barang-barang tersebut.
“Sampai saat ini, kami masih melakukan proses penyidikan. Memang, belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa tas-tas mewah itu merupakan hasil dari tindak pidana pencucian uang,” ujar Tedi Bharata, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (24/10/2025). Pernyataan ini menegaskan bahwa proses hukum masih berada pada tahap pengumpulan alat bukti.
Tantangan Pembuktian: Jejak Digital dan Alur Dana
Sumber hukum menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam mengungkap kasus ini terletak pada pembuktian. Penyidik harus mampu merunut secara detail dan sah di mata hukum, bagaimana alur dana dari dugaan tindak pidana yang dilakukan Harvey Moeis hingga bisa digunakan untuk membeli aset-aset mewah tersebut.
Proses ini melibatkan analisis yang kompleks terhadap jejak transaksi digital, pencocokan waktu pembelian, dan keterkaitan dengan modus kejahatan yang diduga. Tanpa adanya bukti yang kuat dan berangkaian (link of evidence), sangat sulit untuk menjerat pihak mana pun dalam kasus pencucian uang.
Status Hukum: Masih Dalam Tahap Pendalaman
Dengan demikian, status hukum dari tas-tas mewah milik Sandra Dewi hingga saat ini masih berada dalam tahap pendalaman dan penyelidikan oleh KPK. Meski telah menjadi perbincangan publik yang luas, penegak hukum harus bekerja berdasarkan bukti, bukan pada persepsi atau dugaan semata.
Perkembangan kasus ini akan sangat bergantung pada temuan-temuan baru penyidik dalam membangun konstruksi hukum yang kuat, untuk menjawab rasa penasaran publik apakah harta kemewahan tersebut benar-benar bersih atau merupakan hasil dari aliran dana yang tidak sah.
















