Cerita Roihan Lolos Jalur Golden Ticket UNESA Surabaya, Guru Patungan Bayar Pendaftaran

banner 468x60
dok. Pribadi

IDNWATCH – Sebuah kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan Surabaya. Roihan, seorang pelajar SMA berlatarbelakang keluarga kurang mampu, berhasil lolos seleksi ketat Jalur Golden Ticket Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk Program Studi Matematika. Keberhasilannya menyentuh hati banyak pihak, terutama karena biaya pendaftaran yang tidak mampu ia tanggung sendiri akhirnya dibayarkan melalui patungan para guru yang percaya pada kemampuannya.

Golden Ticket: Jalur Prestasi Tanpa Tes untuk Calon Mahasiswa Berpotensi

Jalur Golden Ticket UNESA adalah seleksi khusus yang memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang memiliki prestasi gemilang di bidang akademik (seperti Olimpiade Sains Nasional) atau non-akademik (seni, olahraga, kepemimpinan) untuk langsung diterima tanpa melalui tes. Roihan masuk melalui jalur prestasi akademiknya.

banner 336x280

Biaya Pendaftaran Jadi Penghalang, Guru Ambil Alih

Meski telah dinyatakan eligible secara prestasi, biaya pendaftaran yang harus dibayar menjadi tembok tinggi bagi Roihan. Ayahnya yang bekerja serabutan dan ibunya sebagai penjaga warung kecil tidak mampu mengumpulkan uang tersebut.

Melihat hal ini, para guru di sekolahnya tidak tinggal diam. Atas inisiatif wali kelasnya, mereka menggalang dana secara patungan di antara para guru untuk membayar biaya pendaftaran Roihan.

“Kami semua tahu kemampuan dan semangat Roihan. Sangat disayangkan jika masa depannya terhambat hanya karena tidak bisa bayar biaya pendaftaran. Kami percaya ini adalah investasi untuk masa depan anak yang cerdas ini,” ujar Bu Sari, wali kelas Roihan, dengan mata berkaca-kaca.

Perjuangan Roihan: Belajar Tanpa Lelah di Tengah Keterbatasan

Roihan dikenal sebagai siswa yang gigih. Setiap hari, ia membantu orang tua seusai sekolah sebelum akhirnya menyempatkan waktu untuk belajar hingga larut malam. Prestasinya di olimpiade matematika tingkat kota dan provinsi yang ia raih membuktikan bahwa kerja kerasnya tidak sia-sia.

“Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dan kebaikan ini. Ingin sekali saya membanggakan orang tua dan semua guru yang telah membantu,” kata Roihan dengan suara bergetar penuh syukur.

Semangat Gotong Royong dalam Dunia Pendidikan

Kisah Roihan dan gurunya ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam dunia pendidikan. Kisah ini viral di media sosial dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari Rektor UNESA, yang menyatakan kekagumannya pada dedikasi para guru dan perjuangan Roihan.

Harapan ke Depan: Dukungan Beasiswa Penuh

Dengan lolosnya Roihan, perjuangan belum berakhir. Keluarga dan para guru kini berharap Roihan dapat mendapatkan beasiswa penuh untuk dapat menutupi biaya kuliah dan hidup selama menempuh pendidikan di UNESA, sehingga dapat fokus sepenuhnya pada studinya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *