
IDNWATCH – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membuat pernyataan berani dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80. Dengan lantang, Prabowo menantang narasi yang berkembang yang diusung oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai efektivitas dan peran organisasi global tersebut di panggung dunia.
Tantangan Terbuka terhadap Gagasan “America First”
Dalam pidato yang penuh wibawa itu, Presiden Prabowo secara tidak langsung menyasar filosofi “America First” yang kerap diusung Trump. Prabowo menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan global yang kompleks, seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan konflik geopolitik, solusinya bukan dengan menarik diri ke dalam nasionalisme sempit.
“*Kita tidak dapat menghadapi tantangan abad ke-21 dengan mentalitas abad ke-19. Isolasionisme dan unilateralisme bukanlah jawaban,*” tegas Prabowo di hadapan para pemimpin dunia, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (24/9/2025). Pernyataan ini ditafsirkan banyak pengamat sebagai sanggahan langsung terhadap argumen Trump yang sering meremehkan multilateralisme.
Prabowo Angkat Bicara Soal Peran PBB yang Harus Diperkuat
Berbeda dengan kritik yang menyerukan pelemahan PBB, Presiden ke-8 Indonesia ini justru menyerukan sebaliknya. Prabowo menyatakan bahwa yang dunia butuhkan saat ini adalah memperkuat dan mereformasi PBB agar lebih efektif, adil, dan representatif. Ia menegaskan komitmen Indonesia yang kuat terhadap multilateralisme dan kerja sama internasional sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran bersama.
“Indonesia percaya, bahwa melalui dialog dan penghormatan pada hukum internasional, kita dapat menyelesaikan perbedaan-perbedaan kita,” ujarnya lebih lanjut.
Sorotan pada Isu Palestina dan Keadilan Global
Pidato Prabowo juga menyentuh isu-isu spesifik yang menjadi perhatian Indonesia. Dengan jelas dan tegas, ia kembali menyuarakan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan dan keadilan. Tidak hanya itu, Prabowo juga mengangkat pentingnya menciptakan tata kelola ekonomi global yang lebih adil bagi negara-negara berkembang, termasuk dalam mengatasi kesenjangan akses terhadap teknologi dan pembiayaan.
Pujian dari Dalam Negeri: Suara Indonesia yang Lantang di Kancah Global
Pidato tersebut mendapatkan apresiasi luas dari berbagai kalangan di dalam negeri. Para pengamat foreign policy menilai pidato Prabowo tidak hanya mencerminkan prinsip bebas-aktif politik luar negeri Indonesia, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan di forum internasional tertinggi. Langkah ini dinilai telah meningkatkan martabat dan citra Indonesia di mata dunia. Keberanian Prabowo ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak akan diam dalam menghadapi ketidakadilan global.
















