
IDNWATCH – Kebiasaan menekan tombol snooze (tunda) alarm ternyata berdampak buruk bagi kualitas istirahat. Penelitian terbaru dari Sleep Research Society membuktikan bahwa kebiasaan ini justru meningkatkan rasa lelah sepanjang hari.
1. Mekanisme Tubuh Saat Tombol Snooze Ditekan
Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, pakar tidur dari RS Mitra Kemayoran menjelaskan:
✔ Tubuh mulai siklus tidur baru yang terpotong singkat (5-10 menit)
✔ Otak mengalami “sleep inertia” (kondisi setengah sadar) berulang
✔ Produksi hormon stres kortisol meningkat drastis
2. Data Penelitian Terkini (2025)
Studi terhadap 1.200 responden menunjukkan:
• 78% pengguna snooze merasa lebih lelah
• 62% mengalami penurunan produktivitas pagi
• 45% lebih rentan sakit kepala
3. Perbandingan Kondisi Tubuh
| Parameter | Bangun Langsung | Setelah Snooze |
|---|---|---|
| Kewaspadaan | Tinggi | Rendah |
| Mood pagi | Positif | Cenderung buruk |
| Energi | Stabil | Cepat drop |
4. Dampak Jangka Panjang
Kebiasaan snooze berulang dapat menyebabkan:
⚠ Gangguan irama sirkadian (jam biologis)
⚠ Peningkatan risiko diabetes tipe 2
⚠ Masalah memori jangka pendek
5. Solusi Bangun Pagi yang Lebih Sehat
Ahli saraf tidur menyarankan:
-
Atur alarm pada jam bangun sebenarnya
-
Letakkan alarm jauh dari tempat tidur
-
Paparkan diri dengan cahaya alami setelah bangun
-
Minum air putih saat alarm berbunyi
6. Teknik “Ramp-Up Alarm” Terbaru
Beberapa aplikasi alarm kini menawarkan:
📱 Alarm dengan intensitas bertahap
🌅 Lampu simulasi matahari terbit
🧘 Latihan pernapasan otomatis setelah bangun
Fakta Menarik:
✔ Snooze 10 menit = tubuh masuk fase tidur dalam yang terpotong
✔ Bangun alami tanpa alarm menghasilkan energi 30% lebih tinggi
✔ Kebiasaan snooze sudah ada sejak alarm mekanik tahun 1956
Kata Pakar:
“Tubuh butuh konsistensi. Bangun di waktu sama setiap hari tanpa snooze adalah kunci energi sepanjang hari,” tegas Dr. Andreas.
Mulai besok, coba hilangkan kebiasaan snooze dan rasakan perbedaannya!





















