Gus Yahya Bangun Pesantren Al-Khoziny dari Tabungan Pribadi

banner 468x60
dok. Syakirun Ni’am/KOMPAS

IDNWATCH – Sebuah kisah perjuangan dan ketulusan hati terpancar dari Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Pesantren megah yang kini berdiri kokoh itu ternyata dibangun bukan dari dana sumbangan atau bantuan pemerintah, melainkan dari tabungan pribadi sang pengasuh, KH. Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, beserta keluarganya.

Dibangun Perlahan dari Keringat Sendiri

Dalam sebuah ceramahnya yang dikutip Kompas.com, Jumat (18/10/2025), Gus Yahya menuturkan perjalanan panjang mendirikan pesantren. “Dulu, saya dan keluarga membangun pesantren ini dari tabungan pribadi, sedikit demi sedikit,” ujarnya. Proses pembangunannya dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki, tanpa berutang atau meminta-minta kepada pihak lain. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan kemandirian.

banner 336x280

Prinsip Kemandirian dan Kehati-hatian dalam Berdakwah

Pilihan untuk menggunakan tabungan pribadi ini merefleksikan prinsip kuat yang dipegang oleh Gus Yahya. Beliau menyatakan keengganannya untuk memulai sebuah lembaga dakwah dengan cara yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti dengan berhutang. “Saya tidak ingin memulai dakwah dengan utang. Lebih baik kita bangun perlahan, yang penting istiqomah dan mandiri,” tegasnya. Prinsip ini diajarkan langsung kepada para santrinya.

Pesantren yang Kini Tumbuh Menjadi Lembaga Terpandang

Ketekunan dan kesabaran itu akhirnya membuahkan hasil. Kini, Pondok Pesantren Al-Khoziny telah berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan Islam modern yang besar dan terpandang, dengan fasilitas yang lengkap dan jumlah santri yang terus bertambah. Kesuksesan ini membuktikan bahwa sebuah cita-cita besar dapat diwujudkan dengan ketekunan, kemandirian, dan keikhlasan, meski dimulai dari sumber daya yang terbatas.

Teladan Kepemimpinan dan Keteladanan Sosial

Kisah Gus Yahya membangun pesantren dari tabungan pribadi ini bukan sekadar cerita inspiratif, tetapi juga menjadi teladan nyata tentang kepemimpinan yang bertanggung jawab, sederhana, dan visioner. Di tengah maraknya pembangunan pesantren dengan dana bantuan atau sumbangan, langkah yang diambil Gus Yahya justru menonjolkan nilai-nilai kemandirian, transparansi, dan kesungguhan hati dalam menegakkan agama dan mencerdaskan bangsa.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed