Paru-Paru dan Otak Jadi Organ Paling Rentan Diserang Virus Campak, Kenali Dampak Fatalnya

banner 468x60
dok. Shutterstock/Prostock

IDNWATCH – Di balik gejala khasnya seperti demam tinggi dan ruam merah, penyakit campak (measles) menyimpan bahaya laten yang mengancam jiwa. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa virus ini secara agresif menyerang dua organ vital manusia, yaitu paru-paru dan otak, yang dapat menyebabkan komplikasi berat hingga kematian, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.

Paru-Paru: Target Utama Infeksi Sekunder

Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), menjelaskan bahwa infeksi virus campak merusak sistem pertahanan saluran napas, membuka pintu bagi bakteri untuk masuk.

banner 336x280

“Virus campak menghancurkan silia (rambut halus) di saluran napas yang berfungsi menyaring kuman. Kerusakan ini membuat penderita sangat rentan mengalami pneumonia (radang paru) sekunder oleh bakteri. Inilah komplikasi campak yang paling sering menyebabkan kematian,” jelas dr. Agus.

Otak: Komplikasi yang Bisa Muncul Bertahun-Tahun Kemudian

Ancaman yang lebih mengerikan justru mengintai otak. Dr. Dirga Sakti Rambe, Sp.PD, ahli vaksinologi, memaparkan dua jenis komplikasi neurologis:

  1. Ensefalitis Akut: Peradangan otak yang dapat terjadi selama infeksi campak berlangsung, dengan gejala kejang, penurunan kesadaran, dan risiko cacat neurologis permanen.

  2. SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis): Komplikasi langka yang fatal, di mana virus campak ‘tertidur’ di otak dan baru bangkit 7-10 tahun kemudian, menyebabkan kerusakan otak progresif yang tidak bisa disembuhkan.

“SSPE adalah mimpi buruk. Gejalanya mulai dari penurunan nilai sekolah, perubahan perilaku, kejang, hingga akhirnya koma. Sayangnya, tidak ada pengobatan untuk SSPE, hanya perawatan suportif,” ungkap dr. Dirga.

Data Kemenkes: Komplikasi Masih Sering Terjadi

Data terbaru Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa dari total kasus campak yang dilaporkan, sekitar 1 dari 10 penderita mengalami komplikasi pneumonia, dan 1 dari 1.000 penderita anak dapat mengalami ensefalitis akut. Angka ini meningkat pada daerah dengan cakupan imunisasi yang rendah.

Vaksinasi: Satu-Satunya Perlindungan Efektif

Kedua dokter menekankan bahwa komplikasi mengerikan ini sepenuhnya dapat dicegah dengan vaksinasi Campak-Rubella (MR).

“Vaksin MR aman dan efektif. Ini bukan sekadar mencegah demam dan bintik merah, tetapi melindungi anak dari ancaman kecacatan dan kematian akibat komplikasi pada paru-paru dan otak. Tidak ada alasan untuk menolak vaksin,” tegas dr. Dirga.

Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai

Masyarakat diimbau waspada terhadap gejala awal campak: demam tinggi (>38°C), batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan diikuti munculnya ruam setelah 3-5 hari. Jika muncul gejala seperti sesak napas (mengindikasikan pneumonia) atau kejang dan penurunan kesadaran (mengindikasikan ensefalitis), penderita harus segera dibawa ke rumah sakit.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *