Pemerintah Tegaskan Lindungi Penggilingan Kecil dari Persaingan Pabrik Besar

banner 468x60
dok. Rizka Khaerunnisa/pri/ANTARA

IDNWATCH – Pemerintah Tegaskan Lindungi Penggilingan Kecil dari Persaingan Pabrik Besar

 Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah ingin melindungi penggilingan gabah rakyat atau skala kecil sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan, di tengah penindakan kasus beras oplosan dan persaingan ketat harga gabah dengan pabrik besar. “Pemerintah menginginkan bagaimana yang kecil ini jangan tertindas. Penggilingan kecil ini (bagian dari) ekonomi kerakyatan,” kata Amran saat konferensi pers di Kantor Kementan, Rabu.
Kapasitas Penggilingan Kecil Dia menyebutkan, jumlah penggilingan kecil di seluruh Indonesia mencapai 161 ribu unit dengan kapasitas produksi sebesar 116 juta ton gabah per tahun. Kapasitas ini jauh melampaui total produksi gabah nasional yang hanya sekitar 65 juta ton. Sehingga secara teori, penggilingan kecil mampu mengolah seluruh gabah dalam negeri tanpa bergantung pada pabrik besar.
Persaingan dengan Pabrik Besar Ia juga menyoroti pabrik besar yang membeli gabah dengan harga yang lebih mahal sehingga penggilingan kecil kalah bersaing. Oleh sebab itu, pemerintah ingin melindungi penggilingan kecil di seluruh Indonesia yang selama ini memasok ke pasar tradisional. “Kesimpulannya, jangan tindas yang kecil. Beri ruang ekonomi kerakyatan. Ekonomi kecil ini jangan diganggu,” kata Amran.
Pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang Terkait pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) yang dikabarkan mengeluh dan ketakutan di tengah isu penindakan beras oplosan, Amran menegaskan, tidak ada alasan untuk khawatir jika tidak melakukan pelanggaran. “Tidak boleh takut kalau orang tidak salah. Ini negara hukum,” ujarnya.
Stabilisasi Harga Beras Menanggapi omzet pedagang di PIBC yang menurun karena tidak ada truk beras yang masuk, Amran menyebut ketiadaan pasokan ke Cipinang menandakan adanya pengalihan distribusi. “Tidak ada yang datang, berarti ada pengalihan. Karena beras meningkat, surplus 4,8 juta ton. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah 57 tahun, sekarang 3,9 juta ton,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga tetap menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Operasi pasar kita siapkan, 1,3 juta ton (beras SPHP) kita keluarkan, kita guyur ke pasar, sambil menghidupi yang kecil. Ini nanti akan terbentuk struktur pasar baru,” kata Amran.
Wawancara dengan Ahli Pertanian Dalam kesempatan terpisah, salah satu ahli pertanian mengatakan bahwa langkah pemerintah dalam melindungi penggilingan kecil adalah langkah yang tepat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. “Langkah pemerintah dalam melindungi penggilingan kecil adalah langkah yang tepat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujar Dr. Rizal Sukma, ahli pertanian yang ditemui di Jakarta.
Fakta Penting:
  • Pemerintah ingin melindungi penggilingan gabah rakyat atau skala kecil
  • Jumlah penggilingan kecil di Indonesia mencapai 161 ribu unit dengan kapasitas produksi 116 juta ton gabah per tahun
  • Pemerintah akan menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)
  • Pemerintah menekankan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir jika tidak melakukan pelanggaran
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *