
IDNWATCH – Duka masih menyelimuti korban banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi pekan lalu. Di tengah tumpukan puing dan lumpur, seorang nenek tua, Siti (72), harus berjuang melawan kesulitan ekonomi yang sudah ia alami bahkan sebelum bencana menerjang. Kehidupannya yang sudah pas-pasan kini porak-poranda.
Ratapan di Tengah Puing Rumah
Siti, yang tinggal di sebuah kontrakan kecil di Kecamatan Cisolok, ditinggalkan suaminya sepuluh tahun lalu. Ia menghidupi diri sendiri dengan berjualan kue kecil-kecilan. Banjir bandang yang datang tiba-tiba menghanyutkan semua barang seadanya yang ia miliki.
“Saya cuma numpang hidup di sini, Bu. Bayar kontrakan saja sudah berat, apalagi sekarang semua hanyut. Kadang mau makan cuma ada nasi sama garam,” ujar Siti sambil terisak, matanya sembap memandangi sisa-sisa rumahnya yang rusak berat.
Bencana Memperparah Keadaan yang Sudah Sulit
Bagi warga seperti Siti, bencana ini bukan sekadar kehilangan harta benda, tetapi juga memutus mata pencaharian dan menghancurkan sedikit harapan yang masih tersisa. Ia mengaku tidak memiliki keluarga dekat yang dapat menolongnya.
“Jualan kue saya juga ikut hanyut. Sekarang mau mulai lagi, modalnya dari mana? Saya sudah tua, mau cari kerja juga tidak ada yang mau,” keluhnya.
Bantuan yang Mulai Berdatangan
Relawan dari berbagai organisasi sosial dan lembaga kemanusiaan mulai membagikan bantuan logistik, seperti beras, mie instan, air bersih, dan pakaian layak pakai. Namun, untuk pemulihan jangka panjang, seperti perbaikan rumah dan modal usaha, masih menjadi tantangan besar.
Seorang relawan, Ahmad, mengungkapkan keprihatinannya.
“Banyak korban seperti Ibu Siti yang memang sejak awal hidupnya sudah di ujung tanduk. Bencana ini seperti memutus tali terakhir yang mereka pegang. Butuh pendampingan yang berkelanjutan, bukan hanya bangan sesaat.”
Pemerintah Daerah Diminta Responsif
DPRD Kabupaten Sukabumi mendesak pemerintah daerah untuk segera menyalurkan bantuan permanen, tidak hanya berupa sembako, tetapi juga rehab rumah rusak berat dan program pemulihan ekonomi bagi korban yang kehilangan mata pencaharian.
“Kami mendorong percepatan penyaluran dana hibah dan bantuan sosial khusus untuk korban banjir bandang. Jangan sampai ada lagi warga yang harus makan nasi dengan garam,” tegas Dadang Sutisna, anggota Komisi D DPRD Sukabumi.
















