
IDNWATCH – Nilai tukar rupiah menguat 0,42% ke level Rp16.250 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, didukung oleh rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 126,7 poin (zona optimis >100). Penguatan ini terjadi bersamaan dengan aliran modal asing ke pasar surat utang negara.
Faktor Pendukung Penguatan Rupiah
-
Data IKK Agustus 2025:
-
126,7 poin (naik dari 121,5 di Juli)
-
Tertinggi sejak November 2022
-
-
Indikator Eksternal:
-
Pelemahan dolar AS (DXY turun 0,3%)
-
Harga komoditas stabil (minyak US$85/barel)
-
-
Faktor Domestik:
-
Pembelian SUN oleh asing (Rp2,8 triliun net buy)
-
Suku bunga BI diprediksi tetap 5,25%
-
Detail Komponen IKK Penguat
| Komponen | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Kondisi Ekonomi Saat Ini | 118,5 | Naik 4,2 poin |
| Ekspektasi 6 Bulan Mendatang | 134,9 | Naik 5,1 poin |
| Ketersediaan Barang | 123,6 | Stabil |
Dampak terhadap Pasar
-
IHSG: Naik 0,7% ke 7.520
-
SUN 10 tahun: Yield turun ke 6,15%
-
Harga emas: Rp1.945.000/gram (-0,3%)
Proyeksi Analis
-
Bank Mandiri: Rupiah berpotensi ke Rp16.100 jika IKK pertahankan tren
-
HSBC: Kuat di Rp16.200-16.500 hingga akhir Q3
Respons Bank Indonesia
Deputi Gubernur BI Dody Waluyo:
“Penguatan didukung fundamental kuat dan kebijakan stabil.”





















