Sejarah Pesantren Tegalsari Ponorogo, Cikal Bakal Tokoh Nasional

banner 468x60
dok. SUKOCO/KOMPAS

IDNWATCH   – Sebuah nama yang mungkin tenggelam dalam hiruk-pikuk zaman, namun jejaknya membekas sangat dalam dalam catatan sejarah Indonesia. Pondok Pesantren Tegalsari di Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan sebuah lembaga legendaris yang menjadi “kawah candradimuka” bagi calon-calon pemimpin dan tokoh penting bangsa pada masanya.

Pesantren Tertua yang Jadi Pusat Peradaban

Berdiri kokoh sejak abad ke-18, tepatnya sekitar tahun 1742, Pesantren Tegalsari didirikan oleh Kyai Ilyas. Namun, kemasyhurannya justru mencapai puncak keemasan di bawah asuhan menantunya, KH Mohammad Khasan Besari. Pada era kepemimpinannya, pesantren ini menjelma menjadi pusat pendidikan yang sangat termasyhur, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dan tertua di Nusantara.

banner 336x280

Pada masa jayanya, Tegalsari bukan cuma tempat belajar agama, tapi juga berbagai ilmu pengetahuan umum seperti sastra, falak (astronomi), hingga tata negara,” ungkap seorang sejarawan lokal, seperti dilaporkan Kompas.com, Selasa (22/10/2025). Pendekatan pendidikan yang holistik inilah yang membedakannya dan menarik minat santri dari berbagai penjuru.

“Pabrik” Tokoh Bangsa dari Jawa Timur

Reputasi Tegalsari sebagai pencetak tokoh bukanlah isapan jempol belaka. Dari balik dinding-dinding pesantren inilah lahir nama-nama besar yang kelak mengukir sejarah. Salah satu alumni yang paling fenomenal adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yang kemudian lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantoro, Bapak Pendidikan Nasional dan pendiri Taman Siswa.

Tidak hanya Ki Hajar, pesantren ini juga disebut-sebut sebagai tempat menimba ilmu bagi KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Jearing pengaruhnya yang luas menjadikan Tegalsari sebagai episentrum pemikiran dan pergerakan pada eranya.

Warisan Sejarah yang Kini Jadi Cagar Budaya

Meski aktivitas pendidikan pesantrennya sudah tidak lagi sebesar dahulu, jejak fisik kejayaan Tegalsari masih dapat disaksikan hingga hari ini. Kompleks makam pendiri dan pengasuhnya, KH Mohammad Khasan Besari, yang terletak di areal pesantren, telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Lokasi ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga saksi bisu betapa sebuah lembaga pendidikan di pelosok Ponorogo pernah memainkan peran sentral dalam membidani kelahiran tokoh-tokoh pemikir dan pejuang bangsa. Tegalsari adalah bukti nyata bahwa pesantren telah lama menjadi garda terdepan dalam membentuk intelektual dan karakter bangsa, jauh sebelum Indonesia lahir.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *