
IDNWATCH – Kepala Desa Gandu, Kecamatan Jiken, Blora, Sugeng Riyadi mengungkapkan masih ada 60 sumur minyak tradisional yang aktif dikelola warga di wilayahnya. Sumur-sumur yang telah beroperasi sejak era 1980-an ini menghasilkan rata-rata 10-15 barel/hari, namun menghadapi berbagai tantangan operasional.
Profil Sumur Rakyat Desa Gandu
| Aspek | Data |
|---|---|
| Jumlah sumur aktif | 60 unit |
| Produktivitas | 600-900 barel/bulan |
| Harga jual | Rp 800.000 – Rp 1,2 juta/barel |
| Tenaga kerja | 3-5 orang/sumur |
*”Sumur-sumur ini jadi tulang punggung 120 kepala keluarga, tapi kami butuh dukungan pemerintah untuk pengelolaan yang lebih aman dan legal,”* papar Sugeng kepada IDNWATCH.
3 Masalah Utama
-
Aspek Keselamatan
-
15 sumur tidak memiliki alat pengaman memadai
-
3 kecelakaan kerja terjadi dalam setahun terakhir
-
-
Legalitas
-
Hanya 8 sumur yang memiliki izin resmi
-
Konflik dengan Pertamina terkait wilayah kerja
-
-
Teknologi Terbatas
-
Masih menggunakan sistem timba manual
-
Tingkat recovery hanya 30-40%
-
Potensi Ekonomi
-
Menghasilkan Rp 4,8 miliar/bulan secara kolektif
-
Menyerap 300 tenaga kerja lokal
-
Menjadi sumber PAD desa melalui retribusi
Permintaan Warga ke Pemerintah
-
Legalisasi sumur yang memenuhi syarat
-
Pelatihan teknik pengeboran modern
-
Bantuan alat keselamatan dasar
-
Kemitraan dengan BUMN migas
Respons ESDM
Kepala Dinas ESDM Jateng Budi Santoso menyatakan:
“Kami sedang susun roadmap pertambangan rakyat berizin, termasuk untuk Blora. Prioritas keselamatan dan lingkungan.”





















