
IDNWATCH – Suasana haru dan penuh emosi menyelimuti acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dari AM Putranto kepada Qodariyanto, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Dalam momen perpisahan itu, AM Putranto tak mampu menahan gejolak perasaannya dan berurai air mata, menunjukkan betapa dalamnya dedikasi yang telah dicurahkan selama memimpin KSP.
Ucapan Terima Kasih dan Dedikasi untuk Presiden dan Rakyat
Dalam sambutannya yang terpotong oleh isak tangis, Putranto menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya dan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa seluruh tugas dan pengabdiannya dilakukan dengan sepenuh hati dan tanpa reserve untuk kemajuan bangsa.
“Saya mengabdi tanpa sedikit pun…” ucap Putranto dengan suara tertahan, sebelum akhirnya tak bisa melanjutkan dan menundukkan kepala, disambut tepuk tangan penghormatan dari seluruh jajaran KSP dan tamu undangan yang hadir. Kalimat yang tidak terselesaikan itu menyimpan makna pengabdian total yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Qodari: Peneruskan Estafet Kepemimpinan dengan Baik
Qodariyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi II KSP Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Putranto. Dalam sambutannya, ia berjanji akan meneruskan estafet kepemimpinan dengan baik, membangun dari fondasi yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya.
“Ini adalah amanah yang sangat berat. Saya berkomitmen untuk melanjutkan kerja-kerja besar KSP dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Qodari dengan penuh keyakinan.
Refleksi Kinerja dan Transisi yang Penuh Martabat
Momen haru ini menjadi refleksi atas kinerja KSP di bawah kendali AM Putranto, yang dikenal sebagai sosok yang low profile namun sangat efektif dalam mengkoordinasikan berbagai kebijakan strategis pemerintahan. Transisi kepemimpinan ini berlangsung dengan penuh martabat dan kekeluargaan, mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik. Peristiwa ini menunjukkan bahwa di balik layar kekuasaan, ada nilai-nilai kemanusiaan, loyalitas, dan dedikasi yang begitu kuat.





















