
IDNWATCH – Anggota Komisi X DPR RI Hendrawan Supratikno menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata budaya sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Kompleks Parlemen, Senayan.
Tiga Pilar Pengembangan yang Disoroti
-
Pelestarian Budaya:
-
Digitalisasi 500 warisan budaya dalam 3 tahun
-
Pelatihan SDM pelaku budaya berbasis teknologi
-
-
Ekonomi Kreatif:
-
Integrasi desa wisata dengan industri kreatif lokal
-
Pengembangan cultural franchise untuk UMKM
-
-
Infrastruktur Pendukung:
-
Penyediaan transportasi khusus wisata budaya
-
Pembangunan cultural hub di 5 destinasi prioritas
-
“Pariwisata budaya jangan sekadar pertunjukan, tapi harus berdayakan masyarakat,” tegas Hendrawan.
Data Potensi Wisata Budaya Indonesia
| Indikator | Capaian |
|---|---|
| Destinasi budaya terdaftar | 1.240 lokasi |
| Kunjungan wisata budaya 2024 | 8,7 juta wisatawan |
| Kontribusi terhadap PDB | Rp 210 triliun |
Tantangan yang Dihadapi
-
60% desa adat belum memiliki akses pemasaran digital
-
Hanya 15% pelaku budaya terdaftar sebagai kekayaan intelektual
-
Ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa
Rekomendasi DPR untuk Kemenparekraf
-
Anggaran khusus untuk revitalisasi 50 destinasi budaya prioritas
-
Kemitraan strategis dengan platform digital global
-
Payung hukum perlindungan warisan budaya
Respons Kemenparekraf
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno merespons positif:
*”Kami sedang menyusun Grand Strategy Cultural Tourism 2025-2029 yang sejalan dengan masukan DPR.”*






















