
IDNWATCH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 6 meter di Laut Arafura dan sekitarnya akibat penguatan bibit siklon tropis 93P. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers darurat di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, menegaskan: “Bibit siklon ini bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 15 km/jam. Potensi siklonisasi mencapai 70% dalam 24 jam ke depan. Masyarakat diimbau waspada!”
Bibit Siklon 93P: Dari Kategori Menengah ke “High Risk”
Berdasarkan pantauan satelit cuaca, bibit siklon 93P terpantau di koordinat 8.2° Lintang Selatan, 138.5° Bujur Timur dengan tekanan udara minimum 1004 hPa. “Pola angin menunjukkan pertumbuhan cepat. Dalam 3 hari ke depan, dampaknya akan meluas ke pesisir Papua, Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur,” jelas Dwikorita. BMKG memprediksi gelombang tinggi akan terjadi dalam tiga kategori:
-
1,25–2,5 meter: Selat Torres, Laut Banda.
-
2,5–4 meter: Laut Arafura bagian timur, perairan Kepulauan Aru.
-
4–6 meter: Laut Arafura tengah dan barat.
Imbauan BMKG: Kapal Kecil Harus Masuk Pelabuhan!
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Rasmen, menginstruksikan kapal berbobot di bawah 500 GT untuk tidak melaut hingga 17 Mei 2025. “Area dengan gelombang di atas 4 meter sangat berbahaya. Nelayan tradisional diharap menunda aktivitas,” tegasnya. Peringatan ini diperkuat oleh laporan Badan SAR Nasional (Basarnas) yang telah menyiagakan 12 kapal patroli di wilayah rawan.
Dampak ke Pelayaran & Perikanan: “Kami Rugi Jutaan per Hari”
Salah satu nelayan di Merauke, Marius Wonda, mengeluhkan imbauan ini. “Ini musim ikan cakalang. Kalau tidak melaut, keluarga kami makan apa?” protesnya. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjanjikan bantuan logistik darurat. “Kami siapkan paket sembako untuk 5.000 nelayan terdampak,” ujar Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Kusdiantoro.
Pakar Iklim: “Siklon Ini Tidak Biasa, Waspada Perubahan Cuaca Ekstrem”
Klimatolog dari BRIN, Prof. Joko Wiratmo, menjelaskan fenomena ini terkait anomali suhu muka laut yang mencapai 30°C di Laut Arafura. “Suhu hangat ini jadi ‘bahan bakar’ bagi siklon untuk berkembang. Pola ini semakin sering terjadi akibat perubahan iklim,” paparnya. Ia memprediksi potensi puting beliung dan hujan lebat di wilayah daratan Papua bagian selatan.
Respons Pemda: Evakuasi Darurat Disiapkan
Pemerintah Provinsi Papua telah mengaktifkan posko bencana di 8 kabupaten pesisir. “Kami koordinasi dengan TNI dan relawan untuk antisipasi banjir rob,” ujar Kepala BPBD Papua, Michael M. Manufandu. Sementara itu, operator pelabuhan di Tual, Maluku, melaporkan antrean kapal yang berlabuh sudah mencapai 1,2 km.
BMKG: “Update Setiap 3 Jam via Aplikasi InfoBMKG”
Dwikorita mengingatkan masyarakat untuk memantau perkembangan terkini melalui kanal resmi. “Kami pasang 10 buoy pengukur gelombang di zona kritis. Semua data terupdate bisa diakses real-time,” tandasnya. BMKG juga membuka hotline 24 jam (call center 164) untuk laporan darurat.





















