Ledakan Dahsyat di Garut! Ini Fakta Terbaru dari Kadispenad: Amunisi Era 1970-an Jadi Pemicu

banner 468x60
Foto: UNSPLASH/Andy Watkins

IDNWATCH – Ledakan keras mengguncang Kompleks Gudang Amunisi TNI AD di Garut, Jawa Barat, pagi tadi, menewaskan setidaknya 3 orang dan melukai belasan lainnya. Mayjen TNI Chandra Wibowo, Kadispenad, mengungkapkan fakta mengejutkan: ledakan berasal dari amunisi kuno era 1970-an yang tersimpan di lubang bawah tanah.

“Amunisi Era Presiden Soeharto yang Seharusnya Sudah Dimusnahkan”

Dalam konferensi pers darurat, Kadispenad menjelaskan:

banner 336x280

“Amunisi ini merupakan sisa era operasi militer tahun 1970-an. Seharusnya sudah dimusnahkan sesuai protokol, tapi ternyata masih tersimpan dalam lubang khusus di kedalaman 4 meter,” papar Chandra.

Faktor Pemicu Ledakan:

  1. Degradasi Material – Amunisi berusia 50+ tahun mengalami korosi dan ketidakstabilan kimia.

  2. Kelembaban Tinggi – Musim hujan meningkatkan kadar air tanah, memicu reaksi kimia dalam amunisi.

  3. Tidak Terdeteksi – “Lubang ini tidak tercatat dalam dokumen terbaru karena letaknya terisolasi,” tambahnya.

Evakuasi Massal & Operasi Pencarian

  • Radius 5 km dari lokasi dikosongkan, melibatkan 500 personel gabungan (TNI, Polri, BPBD).

  • 3 Korban Tewas teridentifikasi, termasuk Kolonel Antonius (Kepala Gudang Amunisi).

  • Ledakan Susulan masih mungkin terjadi, tim EOD (Explosive Ordnance Disposal) dikerahkan.

Respons Cepat TNI & Pertanyaan Publik

  1. Audit Nasional – Panglima TNI perintahkan inspeksi mendadak di semua gudang amunasi.

  2. Duka Nasional – Presiden menyatakan belasungkawa dan janjikan santunan penuh.

  3. Misteri Lubang Rahasia – “Kenapa amunisi tua masih ada di sana? Ini yang sedang kami selidiki,” tegas Chandra.

Analisis Pakar: “Ini Kecelakaan yang Sebenarnya Bisa Dicegah”

Letjen (Purn) Agus Widjojo, ahli strategi militer, menyoroti:

“Gudang amunisi wajib diperiksa rutin setiap 6 bulan. Adanya amunisi ‘zaman baheula’ yang terabaikan menunjukkan kelalaian sistemik.”

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *