
IDNWATCH – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melantik Marsekal Muda TNI Andyawan Martono sebagai Komandan Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) yang baru. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/456/V/2025 tentang pengisian jabatan pimpinan TNI.
1. Profil Singkat Andyawan Martono
✔ Pangkat: Marsekal Muda TNI
✔ Jabatan Terakhir: Komandan Komando Sektor II Kohanudnas
✔ Riwayat Pendidikan:
-
Akademi Angkatan Udara (1996)
-
Seskoau (2009)
-
Lemhannas (2023)
✔ Pengalaman Operasi: -
Operasi Pengamanan Perbatasan
-
Latihan Gabungan TNI AU dengan Singapura dan Australia
2. Prosesi Pelantikan
• Bertempat di Markas Besar TNI, Cilangkap
• Dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara dan pejabat tinggi TNI
• Penyematan tanda jabatan oleh Panglima TNI
3. Tugas Utama sebagai Pangkohanudnas
Menurut UU Pertahanan Negara, Pangkohanudnas bertanggung jawab untuk:
🔹 Mengkoordinasikan sistem pertahanan udara nasional
🔹 Memantau ruang udara Indonesia 24/7
🔹 Memimpin operasi udara defensif
4. Tantangan Strategis yang Dihadapi
Andyawan akan menghadapi beberapa isu kritis:
⚠ Modernisasi radar dan sistem pertahanan udara
⚠ Peningkatan pelanggaran udara asing
⚠ Integrasi sistem pertahanan udara ASEAN
5. Prioritas Kerja 100 Hari Pertama
Dalam pidato pertamanya, Andyawan menyampaikan:
✔ Evaluasi kesiapan alutsista utama
✔ Peningkatan latihan gabungan dengan negara sahabat
✔ Digitalisasi sistem komando pertahanan udara
6. Reaksi dari Mantan Pangkohanudnas
Marsekal Madya TNI (Purn.) Muhammad Fadjar menyatakan:
“Andyawan memiliki kompetensi memadai untuk memimpin Kohanudnas di era ancaman hybrid saat ini”
7. Dukungan Alutsista Terkini
Kohanudnas saat ini mengoperasikan:
• Radar Phased Array di 8 lokasi strategis
• Sistem rudal NASAMS 3
• Pesawat Early Warning Boeing 737 AEW&C
Fakta Penting:
📌 Kohanudnas berdiri sejak 2018
🛡️ Memiliki 15 sektor pertahanan udara
🌏 Indonesia termasuk 5 negara ASEAN dengan sistem pertahanan udara terintegrasi
Pernyataan Panglima TNI:
“Saya yakin Marsekal Muda Andyawan mampu membawa Kohanudnas lebih maju dalam menjaga kedaulatan udara NKRI,” tegas Jenderal Agus.
Pelantikan ini menandai babak baru dalam penguatan sistem pertahanan udara Indonesia.






















