
IDNWATCH – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Djamari sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Pelantikan ini merupakan bagian dari perombakan kabinet (reshuffle) yang dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan.
Profil Djamari: Dari BUMN Hingga Istana
Djamari bukanlah nama baru di dunia strategis Indonesia. Sebelum dipercaya menduduki posisi puncak di koordinasi politik dan keamanan, ia memiliki track record yang kuat di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Djamari dikenal luas publik sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III yang sukses memimpin transformasi dan efisiensi di tubuh perusahaan pelat merah tersebut. Latar belakangnya inilah yang diyakini menjadi pertimbangan Presiden Prabowo untuk memberikannya mandat mengoordinasikan sektor yang sangat krusial ini.
Mengisi Posisi Strategis Pasca Mahfud MD
Djamari resmi menggantikan Mahfud MD yang mengundurkan diri dari jabatannya. Posisi Menko Polkam adalah salah satu poros terpenting dalam kabinet, yang bertugas mengkoordinasikan kementerian-kementerian seperti Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, serta lembaga penegak hukum dan keamanan seperti Polri dan TNI. Tantangan yang akan dihadapi Djamari tidaklah ringan.
Arahan Presiden Prabowo: Kerja Cepat dan Efektif
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung kepada Djamari untuk segera bekerja dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik, hukum, dan keamanan negara sebagai fondasi untuk melanjutkan berbagai program pembangunan nasional.
“Saya percaya Bapak Djamari memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin koordinasi di bidang polhukam. Saya minta untuk segera bekerja, jangan ada waktu yang terbuang,” ujar Presiden Prabowo dalam upacara pelantikan.
Tugas Pertama: Konsolidasi dan Lanjutkan Program Prioritas
Usai dilantik, Djamari menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah berat ini. Langkah pertama yang akan dilakukannya adalah melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran kementerian dan lembaga di bawah koordinasinya. Ia berjanji akan melanjutkan berbagai program prioritas yang telah dicanangkan pemerintah, sambil menyiapkan strategi-strategi baru untuk menghadapi dinamika politik dan keamanan terkini. Pelantikan Djamari menandai babak baru dalam pengelolaan bidang polhukam di Indonesia, dengan harapan dapat membawa angin segar dan inovasi dalam kebijakan.






















