Rupiah Menguat Imbas Pernyataan Dovish The Fed, Sinyal Suku Bunga AS Tak Naik Tahun Ini

banner 468x60
dok. Muhammad Adimaja/Spt/aa/ANTARA

IDNWATCH – Rupiah menguat 0,8% ke level Rp16.180 per dolar AS, mencatat kenaikan tertinggi dalam sepekan, setelah The Federal Reserve (The Fed) mengindikasikan akan mempertahankan suku bunga AS di kisaran 4,5-4,75% hingga akhir tahun. Penguatan ini didorong aliran modal asing yang memburu aset emerging markets.

Pemicu Penguatan Rupiah

  1. Sinyal Dovish The Fed:

    banner 336x280
    • Tidak ada kenaikan suku bunga hingga 2026

    • Potensi cut 25 bps Q1-2026

  2. Faktor Domestik:

    • Surplus neraca perdagangan US$2,1 miliar (Juli)

    • Inflasi terkendali di 3,1% yoy

  3. Aliran Modal:

    • Pembelian SUN oleh asing Rp4,5 triliun (net)

    • IHSG naik 1,2% ke 7.550

Perbandingan Nilai Tukar Regional

Mata Uang Perubahan (%) Level
Rupiah +0,8 16.180
Ringgit +0,5 4,25
Baht +0,3 33,90
Peso -0,2 54,10

Analisis Kebijakan The Fed

  • Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell:
    “Inflasi AS sudah terkendali, tidak perlu kenaikan tambahan”

  • Implikasi:

    • Melemahnya dolar AS secara global

    • Modal asing mengalir ke emerging markets

Proyeksi Bank Indonesia

  • Target 2025: Rp15.500-16.500/USD

  • Strategi:

    • Intervensi triple intervention (spot, DNDF, beli SUN)

    • Optimalisasi transaksi local currency settlement

Risiko yang Diwaspadai

  1. Gejolak geopolitik Timur Tengah

  2. Perlambatan ekonomi China

  3. Lonjakan harga komoditas

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *